DUNIA
2 menit membaca
Aljazair nyatakan belasan pejabat kedutaan Prancis sebagai 'persona non grata'
Prancis mendesak Aljazair untuk menghentikan pengusiran 12 diplomat dan mengancam akan melakukan tindakan segera jika perintah tersebut tetap berlaku.
00:00
Aljazair nyatakan belasan pejabat kedutaan Prancis sebagai 'persona non grata'
Ketegangan diplomatik meningkat antara Aljazair dan Prancis. / AFP

Aljazair telah memberikan ultimatum kepada 12 pejabat Prancis untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu 48 jam, kata Menteri Luar Negeri Prancis pada hari Senin, seraya menambahkan bahwa langkah ini terkait dengan penangkapan tiga warga negara Aljazair di Prancis.

"Saya meminta otoritas Aljazair untuk membatalkan langkah pengusiran ini... jika keputusan untuk mengembalikan pejabat kami tetap dilanjutkan, kami tidak punya pilihan lain selain merespons dengan segera," kata Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot.

Ke-12 orang tersebut termasuk beberapa anggota kementerian dalam negeri Prancis, menurut sumber diplomatik kepada AFP.

Pada hari Jumat, jaksa Prancis mendakwa tiga warga Aljazair, termasuk seorang pejabat konsuler, atas dugaan keterlibatan dalam penculikan seorang influencer Aljazair, Amir Boukhors, di pinggiran kota Paris pada April 2024.

Tuduhan ini muncul di tengah hubungan yang sensitif antara Aljazair dan bekas penjajahnya, dengan Aljazair mengklaim bahwa langkah tersebut bertujuan untuk merusak upaya baru-baru ini dalam memperbaiki hubungan.

Boukhors, yang dikenal sebagai "Amir DZ", adalah seorang oposisi pemerintah Aljazair dan memiliki lebih dari satu juta pengikut di TikTok. Ia telah berada di Prancis sejak 2016 dan diberikan suaka politik pada 2023. Ia diculik pada April 2024 dan dibebaskan sehari kemudian, menurut pengacaranya.

Aljazair menuntut agar influencer tersebut dikembalikan untuk menghadapi persidangan, setelah mengeluarkan sembilan surat perintah penangkapan internasional terhadapnya, dengan tuduhan penipuan dan pelanggaran terkait terorisme.

SUMBER:AFP