ASIA
2 menit membaca
RI bidik tambahan surplus pangan $634 juta dari kesepakatan ASEAN, kata Mendag
Ratifikasi AFSRFA diproyeksikan meningkatkan surplus perdagangan pangan Indonesia hingga US$634 juta lewat harmonisasi standar keamanan pangan ASEAN.
RI bidik tambahan surplus pangan $634 juta dari kesepakatan ASEAN, kata Mendag
Kemendag RI menargetkan peningkatan perdagangan pangan dengan ratifikasi AFSRFA. /Foto: AP

Indonesia memproyeksikan peningkatan signifikan dalam kinerja perdagangan pangan setelah meratifikasi ASEAN Food Safety Regulatory Framework Agreement (AFSRFA). Kementerian Perdagangan memperkirakan kesepakatan ini dapat menambah surplus neraca perdagangan pangan hingga sekitar $634,83 juta, seiring upaya penyelarasan standar keamanan pangan di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, harmonisasi regulasi tersebut akan memperlancar arus perdagangan dan investasi antarnegara ASEAN. Dalam rapat dengan Komisi VI DPR yang dipantau secara daring dari Jakarta, ia juga menyebut potensi tambahan kesejahteraan nasional mencapai $252,17 juta.

“Perjanjian ini akan mendorong arus investasi ke sektor pangan melalui penurunan biaya kepatuhan, menjaga stabilitas harga dalam negeri, serta meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Budi.

Selain itu, Indonesia diperkirakan akan mencatat kenaikan ekspor pada sejumlah komoditas utama, termasuk produk pertanian, minyak dan lemak nabati, serta makanan olahan. 

AFSRFA sendiri menetapkan kerangka teknis dan mekanisme kerja sama dalam penerapan kebijakan keamanan pangan ASEAN, dengan tujuan memperkuat perlindungan konsumen sekaligus menghapus hambatan teknis perdagangan.

Pemerintah menilai kepastian regulasi dari harmonisasi standar akan meningkatkan daya saing produk pangan nasional di pasar regional. Untuk mendukung implementasi, sejumlah langkah disiapkan, mulai dari penyesuaian regulasi, pengembangan sistem otomatis Surat Keterangan Asal (SKA), hingga percepatan digitalisasi sistem keamanan pangan berbasis ketertelusuran.

Upaya lain mencakup penguatan kebijakan perlindungan perdagangan serta sosialisasi kepada pelaku usaha agar manfaat perjanjian dapat dimaksimalkan dalam integrasi rantai pasok pangan ASEAN.

TerkaitTRT Indonesia - AMM ke-59 dibuka, ASEAN serukan diplomasi di tengah krisis Timur Tengah
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Bahlil dorong peningkatan produksi migas Aceh, sebut Andaman jadi prioritas strategis
Restrukturisasi Whoosh: Indonesia ambil alih kendali usai amankan mayoritas saham KCIC dari China
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen didorong investasi dan belanja negara
BPS catat pengangguran turun jadi 7,22 juta orang, rata-rata gaji 3,3jt rupiah
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026
Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia menguat, inflasi terkendali dan perdagangan surplus
Penyelundupan sabu dan ekstasi di Bandara Juanda terbongkar, WN Malaysia ditangkap
Thailand dorong ASEAN perkuat dialog untuk mendukung perdamaian Myanmar
Thailand siap pasok 36 kendaraan lapis baja amfibi untuk Korps Marinir Indonesia
KSSK proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen di tengah gejolak global
TNI AU dan Kamboja perkuat diplomasi pertahanan lewat sektor angkatan udara
Bank Indonesia dorong perbankan tingkatkan kredit dan kurangi penempatan dana di SRBI
Prabowo terima penghargaan militer dari Anutin, RI-Thailand sepakat perkuat hubungan dagang
Dukung program transmigrasi Indonesia, China perkuat kerja sama pembangunan pedesaan
Kebakaran di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, polisi lakukan penyelidikan
Tujuh nelayan Kepri ditahan di Malaysia, Pemprov koordinasi dengan KJRI Kuching
KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di Sumenep, 5 tewas dan 41 penumpang masih dicari
Dirgantara Indonesia serahkan pesawat NC212i kedelapan untuk perkuat TNI AU
Indonesia dan China perkuat kemitraan strategis transisi energi bersih dan aksi iklim
Presiden Prabowo resmikan akad massal 62.000 KPR dan KUR perumahan Rp880 miliar