DUNIA
2 menit membaca
Polisi Pakistan tangkap 170 orang karena serangan terhadap KFC, terkait protes Gaza?
Polisi di kota-kota besar mengkonfirmasi sedikitnya 11 serangan terhadap outlet KFC, yang dilakukan oleh demonstran bersenjata tongkat sebagai bagian dari protes atas perang di Gaza.
00:00
Polisi Pakistan tangkap 170 orang karena serangan terhadap KFC, terkait protes Gaza?
Di Lahore, polisi mengatakan mereka meningkatkan keamanan di 27 gerai KFC di seluruh kota setelah dua serangan terjadi dan lima serangan lainnya dicegah. / AP
18 April 2025

Polisi di Pakistan telah menangkap puluhan orang dalam beberapa minggu terakhir setelah lebih dari 10 serangan terhadap gerai makanan cepat saji asal AS, KFC. Aksi ini dipicu oleh sentimen anti-Amerika dan penolakan terhadap sekutunya, Israel, yang tengah berperang di Gaza, menurut keterangan pejabat setempat.

Aparat di kota-kota besar seperti Karachi, Lahore, dan Islamabad melaporkan setidaknya 11 insiden di mana gerai KFC menjadi sasaran pengunjuk rasa yang membawa tongkat dan melakukan perusakan. Hingga minggu ini, setidaknya 178 orang telah ditahan.

KFC dan perusahaan induknya, Yum Brands, yang berbasis di Amerika Serikat, belum memberikan tanggapan terkait insiden ini.

Di Lahore, polisi meningkatkan pengamanan di 27 gerai KFC setelah dua serangan terjadi dan lima lainnya berhasil dicegah. "Kami sedang menyelidiki peran individu dan kelompok yang terlibat dalam serangan ini," kata Faisal Kamran, pejabat senior kepolisian Lahore. Ia menyebut bahwa 11 orang telah ditangkap, termasuk seorang anggota partai Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP).

Kamran menambahkan bahwa aksi protes tersebut tidak secara resmi diorganisir oleh TLP.

Boikot

Juru bicara TLP, Rehan Mohsin Khan, mengatakan bahwa partainya telah mengimbau umat Muslim untuk memboikot produk-produk Israel, namun tidak menyerukan protes di luar gerai KFC.

"Jika ada individu yang mengaku sebagai bagian dari TLP dan terlibat dalam aksi tersebut, itu adalah tindakan pribadi dan tidak mewakili kebijakan partai," kata Khan.

Merek-merek Barat telah menjadi target boikot dan bentuk protes lainnya di Pakistan dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya dalam beberapa bulan terakhir, menyusul ofensif militer Israel di Gaza.

Tel Aviv melancarkan serangan ke Gaza sejak 7 Oktober 2023. Sejak itu, lebih dari 51.000 warga Palestina dilaporkan tewas, menurut otoritas kesehatan di wilayah tersebut.

Yum Brands mengonfirmasi bahwa salah satu mereknya yang lain, Pizza Hut, juga mengalami penurunan kinerja akibat boikot.

Di Pakistan, konsumen mulai beralih ke merek lokal dalam pasar minuman ringan. Coca-Cola mengalami penurunan pangsa pasar dari 6,3% pada 2022 menjadi 5,7% pada 2023. Sementara PepsiCo turun dari 10,8% menjadi 10,4%, menurut data GlobalData.

Awal bulan ini, para ulama di Pakistan menyerukan boikot terhadap produk dan merek yang dianggap mendukung Israel atau ekonomi AS. Namun, mereka meminta masyarakat untuk tetap damai dan menghindari tindakan perusakan.

SUMBER:TRT World and Agencies