POLITIK
1 menit membaca
Serangan Israel memasuki wilayah Lebanon lebih dalam untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata
Israel menargetkan area di antara kota Talia dan Hizzine di distrik Baalbek, menandai pelanggaran lain terhadap perjanjian gencatan senjata, yang telah menyaksikan sekitar 300 pelanggaran yang dilaporkan sejak bulan lalu.
Serangan Israel memasuki wilayah Lebanon lebih dalam untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata
Tinjauan ini menunjukkan adegan serangan udara Israel ke desa Rayak di tengah Lembah Bekaa timur Lebanon pada 24 Oktober 2024. / AFP
24 Januari 2025

Tentara Israel melancarkan serangan udara di wilayah Bekaa, Lebanon timur, yang merupakan serangan pertama sejak kesepakatan gencatan senjata bulan lalu, menurut media Lebanon.

Serangan Israel tersebut menargetkan area antara kota Talia dan Hizzine di distrik Baalbek, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita negara NNA pada hari Rabu.

Belum ada informasi yang tersedia mengenai korban atau kerusakan akibat serangan tersebut.

Pihak berwenang Lebanon melaporkan sekitar 300 pelanggaran oleh Israel sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 27 November, yang bertujuan untuk mengakhiri lebih dari 14 bulan pertempuran antara tentara Israel dan kelompok Hizbullah.

Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, pada hari Selasa meminta komite pemantau gencatan senjata untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran terhadap perjanjian tersebut.

Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan bahwa sejak serangan Israel di Lebanon dimulai pada 8 Oktober 2023, setidaknya 4.063 orang telah tewas, termasuk perempuan, anak-anak, dan tenaga kesehatan, sementara 16.663 lainnya terluka.

SUMBER: AA