China eksekusi empat pemimpin geng yang terkait jaringan penipuan di Myanmar

Menurut laporan media China, anggota geng terlibat dalam pembunuhan yang disengaja, penipuan online dan telekomunikasi, dan perdagangan narkoba.

By
Polisi Myanmar menyerahkan lima tersangka penipuankepada polisi China di Bandara Internasional Yangon, Myanmar, 26 Agustus 2023. / AP

China telah mengeksekusi empat anggota terkemuka geng yang berbasis di utara Myanmar yang dinyatakan bersalah melakukan berbagai kejahatan, termasuk pembunuhan dengan sengaja, penipuan telekomunikasi, dan peredaran narkoba.

Mereka telah dijatuhi hukuman mati oleh sebuah pengadilan pada November lalu, lapor kantor berita Xinhua pada Senin (2/02).

Eksekusi dilakukan oleh sebuah pengadilan di Shenzhen, provinsi Guangdong di China selatan, setelah mendapat persetujuan dari Mahkamah Agung Rakyat.

Mereka dinyatakan bersalah menyebabkan tewasnya enam warga negara China dan menjalankan operasi penipuan serta perjudian dari Myanmar senilai lebih dari US$4 miliar, kata pihak berwenang.

Eksekusi terhadap 11 orang lain yang dituduh mengelola pusat penipuan di Myanmar juga telah diumumkan pekan lalu.

Pengadilan di Shenzhen telah menghukum lima orang, termasuk anggota keluarga Bai yang terkenal, yang dituduh menjalankan jaringan pusat penipuan dan kasino, dengan hukuman mati pada bulan November.

Salah satu terdakwa, pemimpin kelompok Bai Suocheng, meninggal karena penyakit setelah vonis, kata pengadilan.

Operasi penipuan di Asia Tenggara

Kelompok tersebut mendirikan kawasan industri di wilayah Kokang di Myanmar yang berbatasan dengan China, dari mana mereka dituduh menjalankan operasi perjudian dan penipuan telekomunikasi yang melibatkan penculikan, pemerasan, prostitusi paksa, serta pembuatan dan peredaran narkoba.

Mereka menipu korban senilai lebih dari 29 miliar yuan (US$4,2 miliar) dan menyebabkan tewasnya enam warga negara China serta melukai orang lain, kata pengadilan tersebut.

Kejahatan mereka “sangat keji, dengan keadaan dan konsekuensi yang sangat serius, menimbulkan ancaman besar bagi masyarakat,” bunyi pernyataan pengadilan.

Para terdakwa awalnya mengajukan banding atas putusan mereka, tetapi Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Guangdong menolak banding tersebut, tambah pengadilan.

Eksekusi ini merupakan bagian dari tindakan keras yang lebih luas oleh Beijing terhadap operasi penipuan di Asia Tenggara, di mana kawasan penipuan telah menjadi bisnis berskala industri, terutama di Myanmar, Kamboja, dan Laos.

Kombinasi tenaga kerja yang diperdagangkan dan tenaga kerja yang bersedia menjalankan penipuan digital menargetkan korban di seluruh dunia, termasuk ribuan warga China.

Otoritas di kawasan tersebut menghadapi tekanan internasional yang meningkat dari China, Amerika Serikat, dan negara-negara lain untuk menangani penyebaran kejahatan ini.