ASIA
2 menit membaca
Jepang bentuk gugus tugas keuangan untuk tangani risiko siber terkait kerentanan AI
Kekhawatiran meningkat setelah Anthropic menyebut pratinjau model AI Mythos menemukan “ribuan” kerentanan besar di hampir semua sistem operasi utama dan peramban web, memicu kekhawatiran terhadap ketahanan keamanan perangkat lunak tradisional.
Jepang bentuk gugus tugas keuangan untuk tangani risiko siber terkait kerentanan AI
"Saya sampaikan bahwa ini adalah krisis yang sudah di depan mata, dan kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh industri keuangan," ujar Katayama. / Reuters

Jepang akan membentuk gugus tugas untuk menangani risiko keamanan siber di sistem keuangannya, menyusul kekhawatiran atas potensi kerentanan yang dikaitkan dengan model AI Mythos milik Anthropic, kata Menteri Keuangan Satsuki Katayama pada Jumat.

Keputusan tersebut disepakati dalam pertemuan yang melibatkan Otoritas Jasa Keuangan Jepang, Bank of Japan, Kantor Keamanan Siber Nasional, tiga bank terbesar di negara itu, serta Japan Exchange Group, ujar Katayama kepada wartawan.

“Saya menyampaikan dalam pertemuan tersebut bahwa ini adalah krisis yang sudah terjadi saat ini, dan kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh industri keuangan,” katanya.

Kekhawatiran semakin meningkat setelah Anthropic menyebut bahwa pratinjau Mythos menemukan “ribuan” kerentanan besar di hampir semua sistem operasi utama dan peramban web, sehingga memicu kekhawatiran soal ketahanan keamanan perangkat lunak konvensional.

Para ahli memperingatkan bahwa model tersebut dapat menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan yang sebelumnya tidak diketahui lebih cepat dibandingkan kemampuan perusahaan untuk memperbaikinya, sehingga mempercepat serangan siber di sektor seperti perbankan yang bergantung pada sistem kompleks, saling terhubung, dan sering kali sudah berusia puluhan tahun.

Regulator di berbagai wilayah Asia, Eropa, dan Amerika Serikat telah meminta bank-bank untuk meninjau kembali pertahanan serta kesiapan mereka. Hingga saat ini, belum ada laporan pelanggaran keamanan yang terkait dengan model tersebut.

Katayama mengatakan bahwa tingginya tingkat keterhubungan dan operasional real-time dalam sistem keuangan membuat masalah dapat menyebar lebih cepat dibanding sektor lain.

“Karena itu, serangan siber dapat langsung berdampak pada gangguan pasar dan menggerus kepercayaan,” ujarnya.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Perkuat sistem pertahanan, Kemenhan ajukan tambahan anggaran Rp195 triliun untuk 2027
BPJPH perkuat ekosistem halal nasional jelang kebijakan Wajib Halal 2026
BI dan bank sentral China jajaki perluasan swap mata uang, perluas transaksi Rupiah–Renminbi
Ledakan di selatan China tewaskan tujuh orang, lukai 17 lainnya
Filipina mencari bantuan makanan darurat, desa-desa terdampak gempa hadapi kelaparan
Prabowo target 400 RS baru, tegaskan komitmen percepatan transformasi kesehatan nasional
Prabowo resmikan RSUD di Krui Lampung, soroti akses kesehatan lebih luas di daerah terpencil
Transformasi Bansos: Pemerintah siapkan skema tunai berbasis AI dan identitas digital
4 TNI kasus penyiraman air keras Andrie Yunus divonis 1,5–3 tahun, 2 dipecat
Filipina ajukan protes diplomatik terhadap China soal struktur terapung di Laut China Selatan
RI–Singapura perkuat kerja sama investasi hingga energi hijau di BBK
BMKG catat belasan gempa susulan di Kepulauan Sangihe dalam semalam
Indonesia dan Singapura mulai forum ekonomi di enam sektor strategis utama
Menkeu Purbaya: Pelemahan Rupiah bukan tanda krisis seperti 1998
Taiwan kerahkan kapal untuk hadapi operasi penegakan hukum China
Korea Utara sebut program nuklir 'tidak bisa dinegosiasikan' jelang kunjungan Xi Jinping
Efisiensi anggaran MBG, BGN akan fokuskan program ke wilayah terpencil
Vietnam dan Indonesia pimpin klasemen sementara Grup A Piala AFF U-19
Pemerintah tingkatkan pengawasan wisata di sekitar gunung api
Indonesia-Malaysia sepakat perkuat kerja sama bilateral lewat JCBC