Erupsi perdana 2026, Gunung Marapi kembali aktif di Sumatera Barat

Gunung Marapi mengalami erupsi pertama pada 2026 pada Selasa dini hari dengan kolom abu setinggi sekitar 250 meter. Otoritas menetapkan status Waspada.

By
ARSIP: Semburan abu vulkanik dari Gunung Marapi, 12 Agustus 2025. / AA

Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mencatat erupsi pertama pada awal 2026. Letusan terjadi pada Selasa dini hari, 6 Januari, sekitar pukul 04.58 WIB, menurut otoritas pemantauan setempat.

Mengutip laporan kantor berita Antara pagi ini, Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, mengatakan kolom abu teramati membumbung sekitar 250 meter di atas puncak gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. 

Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal terpantau condong ke arah tenggara.

Data seismik mencatat erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 3,1 milimeter dan durasi sekitar 35 detik, menunjukkan aktivitas letusan singkat namun jelas terdeteksi instrumen pemantauan.

Meski demikian, status Gunung Marapi tetap berada pada Level II atau Waspada. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat, wisatawan, dan pengunjung agar tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi.

PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lahar dingin, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, khususnya saat hujan atau memasuki musim hujan. Risiko tersebut dinilai meningkat akibat akumulasi material vulkanik hasil erupsi yang dapat terbawa aliran air.

Warga diminta mengenakan masker penutup hidung dan mulut apabila terjadi hujan abu guna mencegah gangguan pernapasan.