Rupiah menguat, pasar respons sinyal AS tak gunakan kekuatan militer di Greenland
Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Jumat seiring sentimen positif global, menyusul isyarat Presiden AS Donald Trump yang menepis penggunaan kekuatan militer terhadap Greenland.
Rupiah dibuka menguat 49 poin atau 0,29 persen ke level Rp16.847 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.896 per dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah perbaikan sentimen pasar global.
Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, mengatakan pergerakan rupiah sejalan dengan penguatan indeks saham Asia dan Amerika Serikat, serta menguatnya sejumlah mata uang negara berkembang terhadap dolar AS.
Menurut Ariston, sentimen positif dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menepis kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk merebut Greenland, wilayah semi-otonom Denmark di kawasan Arktik. Selain itu, Trump juga mencabut ancaman pengenaan tarif 10 persen terhadap barang dari delapan negara Eropa yang sebelumnya menolak rencana pengambilalihan Greenland.
Meski demikian, Ariston menilai ruang penguatan rupiah masih terbatas. Ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.780 hingga Rp16.800 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dinilai masih besar, antara lain akibat kebijakan moneter Bank Indonesia yang relatif longgar, stimulus fiskal pemerintah, serta dampak bencana yang berpotensi menahan pertumbuhan ekonomi.
Terkait keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen, Ariston menilai langkah tersebut sudah tepat. Menurutnya, pemangkasan suku bunga lebih lanjut justru berisiko memperlemah rupiah.