IHSG menguat pada pembukaan pasar di tengah ketegangan AS–Venezuela
IHSG mengawali perdagangan Senin pagi dengan penguatan 0,35 persen meski pasar global diliputi kekhawatiran atas konflik Amerika Serikat dan Venezuela. Bursa Asia secara umum bergerak positif.
Pasar saham Indonesia memulai perdagangan awal pekan di zona hijau, meski sentimen global dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada sesi pembukaan perdagangan Senin (05/01) pagi, seiring respons investor terhadap dinamika global tersebut.
Pada awal perdagangan, IHSG naik 30,60 poin atau 0,35 persen ke level 8.778,73. Kinerja positif juga tercermin pada indeks LQ45 yang berisi saham-saham paling likuid, yang bertambah 2,08 poin atau 0,24 persen ke posisi 854,08.
Ketegangan di Amerika Selatan menjadi salah satu faktor utama pembentuk sentimen pasar global pekan ini.
Sejumlah laporan menyebutkan pasukan Amerika Serikat telah memasuki wilayah Venezuela dan menahan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, dengan tuduhan terorisme dan perdagangan narkoba, untuk diadili di New York.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington akan tetap menguasai Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan. Ia juga mengisyaratkan keterlibatan perusahaan-perusahaan AS dalam upaya pembenahan infrastruktur minyak negara tersebut.
Seiring meningkatnya ketidakpastian politik global, analis memperkirakan investor akan mengalihkan dana ke aset lindung nilai, termasuk dolar AS dan emas.
Pelaku pasar juga mencermati sejumlah indikator ekonomi utama dunia pekan ini, seperti data ketenagakerjaan Amerika Serikat, aktivitas manufaktur, serta Indeks Kepercayaan Konsumen Michigan.
Melansir laporan kantot berita RRI, penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan positif bursa Asia lainnya.
Indeks Nikkei Jepang melonjak 2,73 persen ke level 51.704,00, sementara indeks Shanghai di China naik 0,68 persen ke 3.995,37. Di Asia Tenggara, indeks Straits Times Singapura menguat 0,51 persen ke posisi 4.679,02.
Kinerja pasar Asia tersebut menyusul pergerakan bursa Wall Street pada akhir pekan lalu yang cenderung bervariasi, dengan S&P 500 mencatat kenaikan tipis, sementara Dow Jones dan Nasdaq ditutup melemah.
Di Eropa, indeks-indeks utama justru mengakhiri perdagangan dengan penguatan yang relatif konsisten.