KONFLIK ISRAEL-IRAN
2 menit membaca
AS ancam sanksi terhadap fasilitator perdagangan Iran
Harga minyak mengalami volatilitas tinggi setelah Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, sementara Washington tetap mempertahankan blokade lautnya.
AS ancam sanksi terhadap fasilitator perdagangan Iran
Foto arsip: Sebuah kapal di dekat Selat Hormuz pada 20 April 2026. / Reuters

Setiap individu maupun kapal yang terlibat dalam memfasilitasi jaringan keuangan atau perdagangan minyak Iran dapat dikenai sanksi Amerika Serikat, demikian peringatan Menteri Keuangan AS.

AS akan terus melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran sembari meningkatkan tekanan finansial yang bertujuan melumpuhkan ekonomi negara tersebut yang bergantung pada minyak, kata Menteri Keuangan Scott Bessent pada Rabu.

“Dalam beberapa hari, penyimpanan di Pulau Kharg akan penuh, dan sumur minyak Iran yang rapuh akan dihentikan. Pembatasan perdagangan maritim Iran secara langsung menargetkan sumber utama pendapatan rezim tersebut,” ujarnya di platform X.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus menjalankan apa yang disebutnya sebagai kampanye “tekanan maksimum” untuk mengganggu kemampuan Iran dalam menghasilkan, mentransfer, dan memulangkan dana.

“Setiap orang atau kapal yang memfasilitasi aliran ini melalui perdagangan dan keuangan gelap berisiko terkena sanksi AS. Kami terus membekukan dana yang dicuri oleh kepemimpinan korup atas nama rakyat Iran,” tulisnya.

Harga minyak pada Selasa mengalami sesi yang sangat bergejolak setelah Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu dengan Iran akan diperpanjang, sementara Washington tetap mempertahankan blokade lautnya.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa Iran ingin menutup Selat Hormuz untuk “menjaga muka”.

“Iran tidak ingin Selat Hormuz ditutup; mereka ingin tetap terbuka agar bisa menghasilkan 500 juta dolar per hari. Mereka hanya mengatakan ingin menutupnya karena saya sudah memblokadenya sepenuhnya, jadi mereka hanya ingin ‘menjaga muka’,” kata Trump.

Trump mengumumkan bahwa AS akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberi waktu Teheran menyiapkan “proposal terpadu” setelah permintaan dari mediator Pakistan.

Pakistan menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran pada 11–12 April setelah memediasi gencatan senjata dua minggu pada 8 April, yang dijadwalkan berakhir pada Rabu malam waktu Washington, DC.

Upaya untuk putaran negosiasi berikutnya masih berlangsung, meski ketidakpastian tetap tinggi.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Vance dan delegasi AS dijadwalkan tiba di Islamabad bahas Iran: Trump
Dua kapal tanker Pertamina tertahan akibat penutupan kembali Selat Hormuz
Blokade AS di Selat Hormuz dan dampaknya terhadap rantai pasok global
China setuju untuk tidak memasok senjata ke Iran: Trump
Indonesia evakuasi tahap ketiga 45 WNI dari Iran di tengah ketegangan regional
Iran tolak usulan AS untuk berbagi kendali atas Selat Hormuz
Israel usulkan invasi militer jangka panjang di Lebanon selatan — laporan
Indonesia waspadai dampak kegagalan perundingan Islamabad bagi stabilitas kawasan
Harga minyak dunia melonjak usai AS umumkan blokade laut pelabuhan Iran
'Kegelapan abadi': Apakah Netanyahu berusaha 'mengeksploitasi ambiguitas' gencatan senjata AS-Iran?
Media AS soroti gencatan senjata AS-Iran, peran Pakistan dan rapuhnya kesepakatan jadi perhatian
Iran sebut klausul penting dalam kerangka 10 poin dilanggar jelang perundingan damai
Hezbollah luncurkan roket ke Israel utara sebagai respons serangan terbaru di Lebanon
Iran ajukan proposal berisikan 10 poin untuk akhiri perang
China, Rusia, Türkiye, Pakistan dapat bekerja sama untuk jamin perdamaian di Timur Tengah: Utusan Iran
Trump menandakan peran AS dalam amankan Selat Hormuz setelah gencatan senjata dengan Iran
Dalam gambar: Ribuan orang turun ke jalan di Teheran setelah gencatan senjata dengan AS diumumkan
Bagaimana Trump beralih dari ancaman 'penghancuran' Iran ke gencatan senjata dua minggu
Trump setuju hentikan serangan ke Iran selama dua minggu
Iran: AS menerima proposal perdamaian 10 poin 'secara prinsip'