ASIA
2 menit membaca
Ratusan senjata api dan narkoba ditemukan di sekolah, Menteri PPPA minta hak siswa tetap dilindungi
Penemuan ratusan senjata api, paket narkotika, dan konten dewasa di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang memicu reaksi keras. Kementerian PPPA mendesak penanganan kasus hukum tidak mengganggu proses belajar dan psikologis para siswa.
Ratusan senjata api dan narkoba ditemukan di sekolah, Menteri PPPA minta hak siswa tetap dilindungi
Afifah Fauzi: 1 dari 2 anak usia 13–17 tahun pernah mengalami kekerasan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendesak pihak sekolah dan Kepolisian untuk menjamin perlindungan mental serta privasi peserta didik pascapenemuan hampir seribu unit senjata api, narkoba, dan materi pornografi di lingkungan sekolah swasta kawasan Kebayoran Lama.

Arifah menekankan bahwa hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang aman harus tetap diprioritaskan di tengah proses hukum yang sedang berjalan.

"Anak-anak tidak boleh menanggung beban dari masalah yang berada di luar tanggung jawab mereka," tegas Arifah dalam keterangannya yang dikutip dari Antara, Minggu (9/8).

Pihak Polda Metro Jaya mengonfirmasi telah mengamankan sebanyak 996 unit senjata dari sebuah ruangan di dalam kompleks sekolah tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, rincian barang bukti terdiri dari 995 unit airgun berbagai tipe—mulai dari senapan hingga revolver—serta satu pucuk senapan Franchi SPAS-15.

Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan puluhan keping VCD berunsur pornografi dan barang bukti narkotika. Dari hasil pemeriksaan awal, kepolisian mengindikasikan bahwa tumpukan senjata tersebut merupakan aset milik seorang pria yang telah wafat pada 2020 silam.

Penyidik kini telah memanggil mantan ketua yayasan sekolah berinisial IW untuk dimintai keterangan. Walaupun status kepengurusannya telah dicopot sejak April lalu, IW dilaporkan masih menguasai akses kunci menuju ruangan penyimpanan barang-barang ilegal tersebut.

Kementerian PPPA meminta pengelola sekolah segera menyisir seluruh fasilitas bangunan dan memperketat sistem keamanan internal agar insiden serupa tidak terulang, sembari menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

"Kami menghormati proses penyidikan yang sedang berlangsung dan percaya polisi dapat mengusut tuntas kasus ini," pungkas Arifah.

TerkaitPenembakan massal di sekolah Thailand, 7 orang tewas dan 15 lainnya terluka - TRT Indonesia - TRT Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Prabowo terima laporan B50, dorong reformasi BUMN untuk ketahanan energi nasional
Destry Damayanti jadi kandidat tunggal gubernur BI, pasar soroti arah kebijakan Prabowo
Mobil Drag Race tabrak penonton di Kotamobagu, 8 tewas dan 9 terluka
BNN bersama tim gabungan gagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin senilai Rp4,55 triliun di Kepri
ASEAN peringati hari jadi ke-59 , Indonesia dorong persatuan dan lindungi kepentingan rakyat
OJK catat aset industri keuangan syariah tembus Rp3.131 triliun pada 2025
BGN investigasi dapur MBG di Jayapura setelah 527 orang diduga keracunan makanan
Petani karet Indonesia ramai-ramai beralih ke kelapa sawit akibat anjloknya harga
Destry Damayanti jadi calon kuat gubernur BI gantikan Perry Warjiyo
Bahlil dorong peningkatan produksi migas Aceh, sebut Andaman jadi prioritas strategis
Restrukturisasi Whoosh: Indonesia ambil alih kendali usai amankan mayoritas saham KCIC dari China
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen didorong investasi dan belanja negara
BPS catat pengangguran turun jadi 7,22 juta orang, rata-rata gaji 3,3jt rupiah
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026
Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia menguat, inflasi terkendali dan perdagangan surplus
Penyelundupan sabu dan ekstasi di Bandara Juanda terbongkar, WN Malaysia ditangkap
Thailand dorong ASEAN perkuat dialog untuk mendukung perdamaian Myanmar
Thailand siap pasok 36 kendaraan lapis baja amfibi untuk Korps Marinir Indonesia
KSSK proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen di tengah gejolak global
TNI AU dan Kamboja perkuat diplomasi pertahanan lewat sektor angkatan udara