China perpanjang tren pembelian emas, berlanjut 15 bulan hingga Januari

China melanjutkan tren pembelian emas selama 15 bulan berturut-turut pada Januari, dengan cadangan naik menjadi 74,19 juta troy ons di tengah fluktuasi harga dan meningkatnya minat pada aset aman.

By
Cadangan emas China mencapai tonggak sejarah baru senilai US$369 miliar pada akhir Januari. / AP

Bank sentral China melanjutkan aksi beli emas selama 15 bulan berturut-turut pada Januari, berdasarkan data Bank Rakyat China (PBOC) yang dirilis Sabtu.

Cadangan emas negara itu naik menjadi 74,19 juta troy ons murni pada akhir Januari, dari 74,15 juta troy ons pada bulan sebelumnya.

Nilai cadangan emas China juga meningkat menjadi US$369,58 miliar pada akhir bulan lalu, dari US$319,45 miliar sebulan sebelumnya, menurut PBOC.

Emas yang selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap risiko politik dan ekonomi, sempat mengalami lonjakan tajam akibat aksi beli spekulatif pada Januari hingga menyentuh rekor mendekati US$5.600 per ons.

Namun, reli harga emas di pasar spot dengan cepat berbalik arah setelah penunjukan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve AS berikutnya pada akhir Januari. Harga sempat merosot hingga US$4.403,24 per ons pada Senin.

Saat ini, emas diperdagangkan di kisaran US$4.960 per ons.

Konsumsi emas China tercatat turun untuk tahun kedua berturut-turut pada 2025, melemah 3,75 persen menjadi 950 metrik ton, menurut Asosiasi Emas China yang didukung pemerintah.

Sebaliknya, pembelian emas batangan dan koin—yang mencerminkan permintaan aset aman—naik untuk tahun kedua berturut-turut menjadi 35,14 persen pada 2025, dan menyumbang lebih dari separuh total konsumsi emas.

PBOC sebelumnya menghentikan tren pembelian emas yang berlangsung 18 bulan pada Mei 2024, namun kembali melanjutkan pembelian enam bulan kemudian.