Paus Leo merayakan Malam Natal dengan misa pertama sebagai pontifex
Paus Leo XIV menggunakan kesempatan itu untuk mengkritik materialisme dan memberikan sinyal apa yang menurut pengamat merupakan kembalinya ke tradisi Gereja yang lebih tua.
Paus Leo XIV, kepala Gereja Katolik Roma, memimpin Misa Malam Natal pertamanya pada hari Rabu.
Ibadah itu berlangsung di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Roma, dan dihadiri oleh para kardinal, uskup, imam, perwakilan diplomatik yang diakreditasi ke Vatikan serta sejumlah besar tamu undangan.
Setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April, Kardinal Robert Francis Prevost terpilih pada 8 Mei sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik, mengambil nama Paus Leo XIV.
Dalam khotbahnya di misa tersebut, Paus Leo mengkritik materialisme, menyatakan bahwa ekonomi yang terdistorsi memperlakukan manusia sebagai komoditas.
Sebelum misa, ia menyapa umat yang berkumpul di lapangan depan Basilika Santo Petrus dan mengucapkan Selamat Natal.
Berbeda dengan pendahulunya, Paus Leo tercatat memulai Misa Malam Natal relatif lebih larut, mendekati tengah malam, dan melakukannya dengan durasi yang lebih lama.
Laporan media menafsirkan hal ini, dalam arti tertentu, sebagai kembalinya tradisi lama.
Pada hari Kamis, setelah Misa Natal, Paus akan menyampaikan khotbah tradisional "Urbi et Orbi" (Untuk Kota dan Dunia) dari Basilika Santo Petrus, yang berisi pesan mengenai isu-isu global.