Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya 109 warga atau 45 kepala keluarga terdampak gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pendataan sementara menunjukkan 32 orang mengalami cedera, terdiri atas 24 korban luka ringan dan delapan luka berat. Menurutnya, seluruh angka tersebut masih dalam proses verifikasi dan dapat berubah seiring pembaruan data dari lapangan.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer dengan pusat gempa berada di daratan pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada sekitar 42 kilometer di tenggara Palu.
Wilayah yang merasakan dampak gempa mencakup Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso. Dari seluruh daerah terdampak, Kabupaten Sigi menjadi kawasan dengan jumlah korban terbanyak, yakni sekitar 69 jiwa atau 24 kepala keluarga. Di wilayah tersebut tercatat 21 orang mengalami luka ringan dan delapan lainnya mengalami luka berat.
BNPB juga mencatat sedikitnya 64 rumah terdampak akibat guncangan, termasuk empat unit rumah dengan kerusakan ringan di Kabupaten Poso. Kerusakan turut menimpa empat tempat ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu lokasi usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso.
Data BNPB melaporkan jumlah pengungsi sementara mencapai sedikitnya 312 orang. Laporan yang sama juga menyebut satu warga meninggal dunia dan total korban luka mencapai 38 orang, termasuk 13 korban dengan kondisi serius di Kabupaten Sigi.
BMKG melaporkan aktivitas seismik masih berlanjut setelah gempa utama. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 55 gempa susulan, sementara laporan lain menyebut jumlahnya meningkat menjadi sedikitnya 71 kali pada hari yang sama.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat Sulawesi Tengah pada bencana besar tahun 2018 ketika gempa bermagnitudo 7,5 yang disertai tsunami dan likuefaksi menewaskan lebih dari 4.000 orang di Palu dan sekitarnya.
















