Menteri Luar Negeri China mengatakan kepada rekannya dari Brasil di Beijing pada Senin (1/6) bahwa China dan Brasil harus 'bersama-sama menghadapi tantangan eksternal', menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China.
Kedua negara sepakat untuk memperdalam kerja sama, menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, serta membela hak dan kepentingan negara-negara berkembang.
Menteri Luar Negeri Wang Yi mengadakan apa yang disebut China sebagai 'dialog strategis' dengan rekannya dari Brasil Mauro Vieira.
Sebagai anggota kunci kelompok negara berkembang BRICS, Beijing dan Brasilia mendorong tatanan dunia multipolar, berupaya mengurangi dominasi AS dalam lembaga keuangan dan politik global.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengecam keputusan AS yang menetapkan dua geng narkoba Brasil sebagai organisasi teroris, menyebut langkah itu sebagai campur tangan yang tidak semestinya dalam urusan dalam negeri negaranya. Pengumuman AS itu menyusul upaya pelobi di Washington oleh putra-putra mantan presiden Jair Bolsonaro.
Dalam pertemuan dengan Trump pekan lalu di Washington DC, Senator Brasil Flavio Bolsonaro, yang sedang mempersiapkan pencalonan presiden dengan restu ayahnya, mengatakan bahwa ia telah meminta AS untuk memberi label 'teroris' pada geng-geng tersebut.
Wang mengatakan China 'mendukung Brasil dalam menjaga kedaulatan nasionalnya, mempertahankan kemerdekaan dan otonominya serta mencapai perkembangan yang lebih besar.' Pernyataan kementerian luar negeri itu tidak secara langsung menanggapi penetapan oleh AS.
Wang dan Vieira juga 'melakukan komunikasi strategis yang komprehensif dan mendalam tentang isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama, mencapai konsensus luas,' menurut pernyataan itu. Mereka menyerukan agar diberikan kepastian lebih besar dalam apa yang mereka sebut sebagai dunia yang penuh gejolak.
Sementara Brasil menghadapi tekanan yang meningkat dari Washington untuk membatasi hubungan dengan Beijing, kedua negara secara aktif bekerja sama dalam isu-isu keamanan global, termasuk upaya diplomatik terkait konflik di Ukraina.
China adalah mitra dagang terbesar Brasil, dan Brasil merupakan pengekspor utama kedelai, daging sapi, dan bijih besi ke China.













