Iran ajukan rencana tarif Selat Hormuz
Rancangan aturan ini akan mengenakan biaya dalam mata uang rial serta melarang kapal yang terkait dengan AS, Israel, dan negara pemberi sanksi, menunggu persetujuan penuh parlemen.
Sebuah komite penting di parlemen Iran menyetujui rencana penerapan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz, menurut laporan media lokal pada Selasa.
Langkah yang telah lolos dari Komisi Keamanan Nasional tersebut memuat serangkaian aturan baru untuk jalur perairan strategis itu, termasuk ketentuan finansial yang mewajibkan kapal membayar biaya transit menggunakan mata uang nasional Iran, rial.
Menurut laporan Fars News Agency, anggota komisi Mojtaba Zarei mengatakan rancangan undang-undang itu juga mencakup pembatasan yang melarang kapal yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel melintasi selat tersebut.
Ketentuan tambahan juga akan melarang akses bagi negara-negara yang bergabung dalam sanksi sepihak terhadap Iran.
Rancangan undang-undang ini masih harus melalui pemungutan suara penuh di parlemen sebelum ditinjau oleh Dewan Garda dan ditandatangani presiden agar dapat menjadi undang-undang.
Eskalasi di kawasan terus berlanjut sejak Israel dan Amerika Serikat meluncurkan ofensif bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, sekaligus mengganggu pasar global dan penerbangan.