Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung mulai Minggu (16/8) hingga 28 Agustus 2026. Kebijakan ini diambil guna mempercepat mobilisasi bantuan logistik, evakuasi warga, serta pemulihan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah timur Pulau Flores pada akhir pekan lalu.
Bencana seismik berkekuatan besar tersebut tercatat menewaskan sedikitnya 47 orang dan memaksa hampir 6.000 warga mengungsi di berbagai kantong penampungan yang tersebar di wilayah Sikka, Manggarai, Nagekeo, hingga ke area sekitarnya seperti Bima dan Selayar.
Kerusakan fasilitas publik dan pemulihan pasokan energi
Dampak gempa tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur dasar. Data awal pihak berwenang mendata 914 unit rumah penduduk, 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 perkantoran dinas pemerintah mengalami kerusakan parah.
Upaya normalisasi rantai pasok energi terus dipacu di lapangan. PT Pertamina (Persero) mengonfirmasi bahwa 32 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah terdampak telah kembali beroperasi normal untuk menjamin kelancaran pasokan BBM dan elpiji.
Namun, sebanyak 20 SPBU lainnya terpaksa masih ditutup sementara guna menjalani asesmen struktural dan inspeksi keselamatan instalasi sebelum diizinkan beroperasi kembali.
Penyaluran 27 ton logistik dan instruksi Presiden
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas, otoritas penanggulangan bencana telah mendistribusikan sedikitnya 27 ton bantuan logistik ke pusat-pusat konsentrasi pengungsi di Flores.
Merespons dinamika darurat ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya konsolidasi lintas kementerian dan lembaga agar penanganan di lapangan bergerak cepat tanpa hambatan birokrasi. Kepala Negara menginstruksikan para pejabat kementerian dan otoritas kebencanaan terkait untuk segera terjun langsung ke titik-titik bencana guna memastikan koordinasi penyelamatan, mitigasi trauma warga, serta rekonstruksi awal berjalan tepat sasaran.





















