Indonesia dan Singapura sepakat mempertahankan momentum kerja sama pertahanan melalui pertemuan tahunan antara angkatan udara kedua negara yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (4/9).
Pertemuan tersebut merupakan 20th Annual Staff Meeting (ASM) yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Tedi Rizalihadi dengan Kepala Staf Angkatan Udara Singapura Brigadir Jenderal Ho Kum Luen.
Forum ini menjadi ruang bagi kedua pihak untuk mengevaluasi serta membahas agenda kerja sama pertahanan udara Indonesia-Singapura. Kolaborasi yang telah berjalan mencakup pertukaran personel untuk pendidikan militer hingga latihan tempur bersama.
Tedi mengatakan berbagai kegiatan tersebut berperan penting dalam membangun kepercayaan dan pemahaman antara kedua angkatan udara, sekaligus meningkatkan profesionalisme personel.
“Berbagai bentuk kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan, pemahaman bersama, dan profesionalisme kedua angkatan udara,” ujar Tedi dalam keterangan resmi TNI AU.
Ia berharap kerja sama yang telah terbentuk dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga kemampuan pertahanan militer kedua negara semakin kuat.
Sementara itu, Ho Kum Luen menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pertemuan di Indonesia serta sambutan yang diberikan kepada delegasi Singapura. Menurutnya, forum tahunan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi dan membahas berbagai isu strategis antara kedua angkatan udara.
“Annual Staff Meeting telah menjadi salah satu pilar penting untuk membahas, mengambil keputusan, dan melaksanakan seluruh kegiatan bilateral antara RSAF dan TNI AU,” kata Ho.
Ia berharap forum tersebut dapat terus diselenggarakan setiap tahun agar hubungan pertahanan antara Indonesia dan Singapura semakin erat.
Kedua delegasi juga menegaskan pentingnya kesinambungan ASM sebagai bagian dari upaya menjaga komunikasi dan memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara. Pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk mempertahankan kerja sama militer yang mendukung keamanan dan stabilitas kawasan Asia Tenggara.






















