Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengecam pembangunan dan perluasan permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Jakarta pada Minggu.
Dalam pernyataan bersama yang dikutip Antara, Prabowo menyoroti tindakan sepihak Israel yang dinilai memperburuk situasi di Timur Tengah dan mengancam stabilitas kawasan. Indonesia juga menyerukan deeskalasi konflik guna menghentikan penderitaan warga sipil.
"Kami mengecam keras pembangunan pemukiman ilegal Israel serta tindakan-tindakan yang hanya memperburuk keadaan," ujar Prabowo.
Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan dan dukungan diplomatik bagi perjuangan rakyat Palestina.
Sementara itu, el-Sisi kembali menekankan pentingnya pembentukan negara Palestina yang merdeka berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Menurutnya, solusi tersebut menjadi jalan utama menuju perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.
Kedua pemimpin juga menyampaikan keprihatinan atas pelanggaran hukum internasional dan operasi militer yang terus menimbulkan korban sipil.
Selain membahas situasi Palestina, Indonesia dan Mesir sepakat meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis sebagai langkah memperkuat kerja sama di berbagai sektor.
Kesepakatan tersebut mencakup penandatanganan sejumlah nota kesepahaman, antara lain rencana aksi kemitraan strategis, pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik, dinas, dan khusus, kerja sama statistik, serta penguatan sektor kelautan dan perikanan.
Kunjungan el-Sisi ke Jakarta menjadi bagian akhir dari rangkaian lawatannya ke Asia, setelah sebelumnya mengunjungi Korea Selatan dan Malaysia, sebelum kembali ke Kairo.





















