PERANG GAZA
2 menit membaca
Menteri sayap kanan Israel kecam kanselir Jerman soal peringatan aneksasi ilegal Tepi Barat
Menteri keuangan Israel dari kubu sayap kanan menggunakan momen peringatan Holocaust untuk menolak kritik Jerman atas penyitaan lahan di wilayah Palestina yang diduduki.
Menteri sayap kanan Israel kecam kanselir Jerman soal peringatan aneksasi ilegal Tepi Barat
Merz menyatakan keprihatinan, menyampaikan kepada Netanyahu, "tidak ada aneksasi de facto Tepi Barat." / Reuters

Menteri Keuangan Israel dari kubu sayap kanan, Bezalel Smotrich, menuntut permintaan maaf dari Kanselir Jerman Friedrich Merz setelah sang pemimpin Jerman memperingatkan soal apa yang ia sebut sebagai “aneksasi de facto” di Tepi Barat yang diduduki.

Merz pada Senin menyatakan dirinya “sangat prihatin terhadap perkembangan di wilayah Palestina” dan menegaskan dalam percakapan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa “tidak boleh ada aneksasi de facto di Tepi Barat”.

Menanggapi hal itu, Smotrich mengeluarkan pernyataan keras dengan menyinggung Hari Peringatan Holocaust untuk mengecam Berlin. Ia menyebut pemimpin Jerman seharusnya “menundukkan kepala dan meminta maaf seribu kali” alih-alih “berani menggurui soal moral”, seraya menolak apa yang ia gambarkan sebagai “instruksi” Eropa kepada Israel.

Menteri yang dikenal dengan pandangan ekstrem terkait tanah Palestina itu membingkai kebijakan Israel sebagai kelanjutan dari “kembali” ke tanah yang ia sebut sebagai tanah air alkitabiah, sambil menepis kritik internasional sebagai bentuk kemunafikan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas tindakan Israel di Tepi Barat yang diduduki, di mana kelompok hak asasi manusia dan pengamat internasional memperingatkan percepatan ekspansi permukiman, penyitaan lahan, serta meningkatnya kekerasan oleh pemukim ilegal terhadap warga Palestina.

Ekspansi ilegal kian meningkat

Menurut berbagai laporan, otoritas Israel memperluas pos-pos permukiman, menyita lahan milik warga Palestina, dan memperketat kontrol militer di sebagian besar wilayah tersebut.

Komunitas Palestina menghadapi pembongkaran rumah, pemindahan paksa, serta pembatasan pergerakan, sementara serangan oleh pemukim—yang kerap berada di bawah perlindungan pasukan Israel—meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Komunitas internasional secara luas memandang permukiman Israel di Tepi Barat sebagai ilegal menurut hukum internasional, posisi yang berulang kali ditegaskan oleh United Nations.

Pertukaran pernyataan terbaru ini menyoroti meningkatnya ketegangan antara Israel dan pemerintah Eropa di tengah seruan yang kian kuat untuk meminta pertanggungjawaban atas kebijakan yang dinilai memperkuat pendudukan dan merusak peluang terciptanya perdamaian yang adil bagi rakyat Palestina.

SUMBER:TRT World
Jelajahi
Prabowo dan Abbas berbicara via telepon, Indonesia kembali tegaskan dukungan untuk Palestina
Pemukim ilegal Israel hancurkan satu-satunya jalur pasokan air ke Umm Safa di Tepi Barat
Serangan Israel di Gaza tewaskan 3 warga Palestina dalam pelanggaran gencatan senjata baru
Pemukim Israel bakar kendaraan dan serang masjid di Tepi Barat yang diduduki
Lebih banyak warga Palestina tewas di Tepi Barat sejak 2023 dibandingkan 17 tahun terakhir: Oxfam
Survey: Dunia tidak percaya Netanyahu
Israel mengalokasikan $51 juta untuk 69 permukiman ilegal di Tepi Barat: lembaga pengawas
Bencana yang berlanjut: Israel kembali blokir Gaza, memperdalam krisis kemanusiaan di enklave yang hancur
Israel kembali membunuh 8 warga Palestina di Gaza, menyerang setiap hari meskipun ada gencatan
Pasukan Israel melindungi penduduk ilegal selama serangan terhadap Palestina: Penyelidikan PBB
Serangan Israel di Gaza tewaskan sedikitnya 10 warga Palestina, 29 terluka meski gencatan senjata
Mengapa negara-negara Eropa dan Asia mengabaikan genosida di Gaza demi memborong senjata Israel
Israel menyetujui insentif pajak untuk permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki
Mesin perang digital Israel dan bahaya propaganda yang salah sasaran
Federasi Palestina serukan tindakan internasional usai Israel menahan dua pemain timnas wanita
Mayoritas warga Indonesia dan 35 negara lain memiliki pandangan negatif terhadap Israel: survei
Israel, Netanyahu menghadapi opini publik global yang tidak menguntungkan
Indonesia kecam rencana Israel kuasai 70 persen Gaza
Surat suara dan peluru: Netanyahuisme adalah ideologi yang memicu perang tak berkesudahan Israel
Serangan Israel tewaskan sembilan orang di Gaza saat pelanggaran gencatan senjata terus berlanjut