ASIA
2 menit membaca
BRIN: Lubang raksasa di Aceh Tengah terbentuk akibat longsor
BRIN saat ini masih mengkaji kondisi di lapangan melalui analisis citra dan informasi publik serta menekankan pentingnya langkah mitigasi segera.
BRIN: Lubang raksasa di Aceh Tengah terbentuk akibat longsor
Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, area terdampak mencapai lebih dari 30.000 meter persegi dengan kedalaman 100 meter. / AA

Badan Riset dan Inovasi Nasional menegaskan bahwa lubang besar yang muncul di Desa Pondok Balik, Kabupaten Aceh Tengah, terbentuk akibat proses longsor, bukan fenomena runtuhan tanah (sinkhole) seperti yang sempat beredar.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, menjelaskan lapisan batuan tuf di lokasi tersebut memiliki struktur lemah dan mudah tererosi, sehingga rentan runtuh. “Yang terjadi di Aceh Tengah sebenarnya longsor, bukan sinkhole. Lapisan tuf tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah tererosi dan ambruk,” ujarnya.

Citra satelit sejak 2010, menurut Tohari, telah memperlihatkan adanya lembah kecil di area tersebut. Proses erosi yang berlangsung lama serta longsor berulang kemudian memperlebar dan memperdalam cekungan hingga menjadi lubang besar seperti yang terlihat saat ini.

Penetapan zona rawan

Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, area terdampak mencapai lebih dari 30.000 meter persegi dengan kedalaman hingga 100 meter. Lubang tersebut memutus akses antar-kecamatan dan menenggelamkan lahan perkebunan warga.

BRIN juga menjelaskan ketidakstabilan lereng dengan gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi di Aceh Tengah pada 2013. Guncangan tersebut diduga melemahkan struktur tanah dan mempercepat potensi longsor. Selain itu, curah hujan tinggi membuat batuan tuf cepat jenuh air dan kehilangan daya ikat.

Fenomena ini diperkirakan berkembang secara bertahap selama puluhan hingga ratusan tahun, dengan gempa dan hujan sebagai faktor yang mempercepat. Kondisi geologi serupa juga ditemukan di wilayah lain yang memiliki batuan vulkanik muda.

BRIN saat ini masih mengkaji kondisi di lapangan melalui analisis citra dan informasi publik serta menekankan pentingnya langkah mitigasi segera, seperti pengendalian aliran air permukaan, penetapan zona rawan, serta pemasangan sistem peringatan dini longsor.

TerkaitTRT Indonesia - Lubang raksasa di Aceh terus membesar, pemerintah tutup akses publik
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Jepang dan ASEAN perkuat kemitraan ekonomi hadapi ketidakpastian global
Malaysia kerahkan bantuan udara dan 52 personel untuk penanganan karhutla Indonesia
Korban meninggal KM Virgo menjadi 12 orang, tim gabungan siapkan operasi pembalikan kapal
Pemerintah kerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk penanganan karhutla
Presiden Prabowo: Anggaran pertahanan Indonesia di bawah 2 persen PDB, termasuk terkecil di ASEAN
Presiden Prabowo tegaskan sanksi karhutla diperberat, pelaku bisa dijerat 'terorisme ekologi'
DJP mulai pungut pajak seller marketplace mulai 1 Oktober 2026
Tim SAR hentikan pencarian 5 jurnalis dan ABK yang hilang di perairan Anak Krakatau
Tim SAR dan TNI AL mulai operasi tegakkan kapal Virgo Transport 8, 129 korban masih hilang
Indonesia-Malaysia perkuat ekosistem halal, Gibran dorong dewan halal regional ASEAN dipercepat
Pakar: Ketimpangan pemantauan gunung api di wilayah Indonesia hambat mitigasi bencana
Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia, eks kapal induk Italia resmi ganti nama ‘KRI Sriwijaya’
LRT Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi, Prabowo soroti kemajuan transportasi Jakarta
Basarnas siapkan operasi angkat KM Virgo Transport 8 di tengah hambatan cuaca buruk
Malaysia dan Indonesia perkuat koordinasi atasi kabut asap lintas batas
Antrean BBM capai 1 kilometer di Makassar, Pertamina tambah pasokan dan layanan SPBU
Pergantian Menkeu Indonesia soroti transisi kebijakan dan tantangan fiskal
Indonesia selidiki dugaan dumping produk baja asal China
Cuaca buruk hambat pencarian 129 korban hilang kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
KPK tahan Dirut Summarecon Agung dan pejabat ATR/BPN terkait suap lahan Bogor