Suriah menunjuk Sharaa sebagai presiden sementara, serta membubarkan semua faksi bersenjata

Otoritas Suriah mengumumkan pembubaran tentara dan badan-badan keamanan era Assad, menurut media negara.

Orang-orang duduk di kafe Rawda di pusat ibu kota Suriah, Damaskus, pada 29 Januari 2025, saat TV lokal menyiarkan gambar pemimpin sementara Suriah Ahmed al Sharaa. / Foto: AFP / AFP

Pemerintah baru Suriah mengumumkan bahwa Ahmed al Sharaa, yang mengambil alih setelah penggulingan pemimpin lama Bashar al Assad bulan lalu, telah diangkat sebagai presiden sementara dan ditugaskan untuk membentuk legislatif transisi, menurut laporan media negara.

Sharaa diangkat "sebagai presiden negara dalam fase transisi," kata media negara pada hari Rabu, mengutip pernyataan pejabat militer Hassan Abdel Ghani.

Laporan tersebut menambahkan bahwa Sharaa diberi kewenangan untuk "membentuk dewan legislatif sementara... sampai konstitusi permanen negara ini diputuskan," setelah pihak berwenang mengumumkan pembubaran parlemen era Assad dan penangguhan konstitusi 2012.

Faksi militer dibubarkan

Pihak berwenang juga mengumumkan pembubaran semua kelompok bersenjata yang terlibat dalam penggulingan Bashar al Assad bulan lalu, serta tentara dan badan keamanan pemerintahan sebelumnya, menurut laporan media negara.

"Semua faksi militer dibubarkan... dan digabungkan ke dalam institusi negara," kata pejabat militer Hassan Abdel Ghani, yang dikutip oleh lembaga berita negara SANA, juga mengumumkan "pembubaran tentara rezim yang sudah tidak berfungsi" serta badan keamanan, serta partai Baath yang telah menguasai Suriah selama beberapa dekade.

Sharaa akan bertemu Emir Qatar

Sharaa juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani pada hari Kamis di lokasi yang belum ditentukan.

"Kepala administrasi baru Suriah, Ahmed al Sharaa, akan bertemu dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad," kata Kepresidenan Suriah pada hari Rabu di saluran Telegram resmi mereka.

Media Suriah melaporkan bahwa pertemuan tersebut akan berlangsung di ibu kota Damaskus.

SUMBER: AFP