Indonesia dan Jepang perkuat aliansi energi di tengah bayang-bayang perang AS-Israel terhadap Iran

Indonesia dan Jepang sepakat memperkuat kerja sama energi serta ekonomi, dan keamanan kawasan di tengah kekhawatiran global atas pasokan minyak dan gas akibat konflik Timur Tengah.

By
Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka di Tokyo, Jepang, 31 Maret 2026. / Reuters

Indonesia dan Jepang sepakat memperdalam koordinasi di bidang keamanan energi dan stabilitas kawasan, di tengah meningkatnya kekhawatiran global akibat perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menekan pasokan minyak dan gas dunia.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo pada Selasa (31/3), dalam kunjungan resmi pertama Prabowo sejak Takaichi menjabat pada Oktober 2025.

Dalam konferensi pers bersama, Takaichi menegaskan bahwa krisis di Timur Tengah kembali menyoroti pentingnya ketahanan energi global. “Dalam situasi Iran saat ini, pentingnya sumber daya dan keamanan energi kembali diakui secara global. Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya,” ujar Takaichi.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang telah mengganggu jalur distribusi energi, terutama melalui Selat Hormuz—rute vital bagi pengiriman minyak dan gas dunia, terutama ke negara-negara Asia. 

Ketidakpastian ini berdampak langsung pada negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor energi, termasuk Jepang yang mengimpor lebih dari 90 persen minyak mentahnya dari kawasan tersebut.

Indonesia, meski lebih beragam sumber energinya, tetap bergantung pada Timur Tengah untuk sekitar 20 hingga 25 persen impor minyaknya. 

Sebagai langkah antisipasi, Jepang telah membuka cadangan minyaknya, memberikan subsidi bahan bakar, serta meningkatkan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara guna mengurangi ketergantungan pada LNG yang berisiko terganggu akibat konflik. 

Tokyo juga aktif mencari sumber energi alternatif di luar Timur Tengah.

Di sisi lain, kedua pemimpin menegaskan komitmen mereka untuk mendorong deeskalasi konflik. “Kami akan melakukan upaya terbaik untuk meyakinkan semua pihak agar menahan diri,” kata Prabowo.

Indo-Pasifik yang “bebas dan terbuka”

Selain isu energi, Jepang dan Indonesia juga sepakat memperluas kerja sama ekonomi dan keamanan. 

Takaichi menyebut kedua negara akan mendorong kolaborasi konkret, termasuk pengembangan sumber daya manusia di bidang kecerdasan buatan (AI) serta peningkatan kapasitas keamanan maritim Indonesia.

“Jepang dan Indonesia adalah mitra komprehensif dan strategis dengan hubungan persahabatan yang telah lama terjalin,” ujar Takaichi.

Prabowo menyebut hubungan bilateral kedua negara sebagai “model teladan” dan menekankan pentingnya berjalan bersama di tengah dinamika global yang semakin tidak pasti. Ia juga mengundang Jepang untuk memperluas investasinya di Indonesia, termasuk di sektor mineral kritis, logam tanah jarang, industrialisasi, dan energi nuklir.

Kerja sama kedua negara juga dilihat Tokyo sebagai bagian penting dari upaya menjaga Indo-Pasifik yang “bebas dan terbuka”, di tengah meningkatnya pengaruh militer dan ekonomi China di kawasan. 

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan pertahanan Indonesia–Jepang semakin erat melalui program bantuan keamanan resmi Jepang dan latihan militer bersama. Dalam konferensi pers bersama hari ini, kedua pemimpin tidak merinci langkah konkret terkait koordinasi keamanan ekonomi yang akan diambil ke depan.