BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Lebih dari 3.000 pekerja jet tempur Boeing mogok kerja setelah tolak kontrak
Ketua Distrik 837, Tom Boelling, mengatakan para anggota serikat berhak mendapatkan kontrak yang mencerminkan keahlian, dedikasi, dan peran penting mereka dalam pertahanan nasional.
Lebih dari 3.000 pekerja jet tempur Boeing mogok kerja setelah tolak kontrak
CEO Boeing Kelly Ortberg anggap enteng mogok, sebut perusahaan bisa atasi mogok 7 minggu tahun lalu. / Reuters

Lebih dari 3.200 anggota serikat pekerja yang merakit jet tempur Boeing di wilayah St. Louis dan Illinois melakukan mogok kerja pada Senin, setelah menolak tawaran kontrak kedua sehari sebelumnya.

Boeing Defence menyatakan bahwa mereka telah mempersiapkan diri menghadapi penghentian kerja dan akan menerapkan rencana darurat dengan memanfaatkan tenaga kerja non-serikat.

Menurut perusahaan, kontrak berdurasi empat tahun yang ditolak itu mencakup kenaikan rata-rata upah sekitar 40 persen dan kenaikan gaji umum sebesar 20 persen, serta bonus penandatanganan kontrak sebesar USD 5.000. Tawaran itu juga mencakup peningkatan kenaikan berkala, tambahan cuti tahunan, dan waktu sakit.

"Kami kecewa karena karyawan kami di St. Louis menolak tawaran yang mencakup peningkatan upah rata-rata sebesar 40 persen," ujar Dan Gillian, wakil presiden Boeing dan manajer umum fasilitas St. Louis, dalam sebuah pernyataan.

Tawaran tersebut sebagian besar sama dengan proposal pertama yang juga ditolak secara besar-besaran seminggu sebelumnya.

‘Kami akan tangani’

Anggota Serikat Pekerja Internasional Teknisi dan Pekerja Dirgantara (International Association of Machinists and Aerospace Workers) Distrik 837 "berhak mendapatkan kontrak yang mencerminkan keahlian mereka, dedikasi mereka, dan peran penting mereka dalam pertahanan nasional," kata ketua Distrik 837, Tom Boelling.

CEO Boeing, Kelly Ortberg, meremehkan dampak mogok kerja ini saat berbicara dengan para analis pada Selasa terkait laporan keuangan kuartal kedua. Ia menyinggung bahwa perusahaan mampu menghadapi mogok selama tujuh minggu tahun lalu oleh anggota Distrik 751, yang membangun pesawat komersial di wilayah Barat Laut AS dan berjumlah 33.000 orang.

"Saya tidak akan terlalu khawatir soal dampak dari mogok kerja ini. Kami akan menghadapinya," ujarnya.

Pekerja Distrik 837 bertugas merakit jet tempur Boeing F-15 dan F/A-18, pesawat latih T-7, serta MQ-25 — drone pengisian bahan bakar udara yang sedang dikembangkan untuk Angkatan Laut AS.

Divisi pertahanan Boeing saat ini tengah memperluas fasilitas produksi di wilayah St. Louis untuk pesawat tempur baru Angkatan Udara AS, F-47A, setelah memenangkan kontrak pada tahun ini.

Mogok kerja Distrik 751 sebelumnya berakhir setelah persetujuan kontrak empat tahun yang mencakup kenaikan gaji sebesar 38 persen.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid