DUNIA
2 menit membaca
Warga Suriah gelar unjuk rasa mendukung pemerintahan baru setelah serangan pendukung setia Assad
Warga Suriah mengatakan mereka akan tetap bersatu dan menolak gerakan separatisme setelah beberapa serangan yang intens dari pihak pendukung Assad.
00:00
Warga Suriah gelar unjuk rasa mendukung pemerintahan baru setelah serangan pendukung setia Assad
Ratusan warga sipil berkumpul di alun-alun kota untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan mereka terhadap pasukan pemerintah. / AA

Ratusan warga sipil berkumpul di Latakia, Suriah, untuk menyatakan dukungan mereka kepada pasukan pemerintah setelah insiden terbaru di provinsi tersebut.

Masyarakat berkumpul di Alun-Alun Sheikh Dahir di pusat kota Latakia pada hari Selasa, membawa spanduk dengan pesan dalam bahasa Arab, beberapanya tertulis seperti: "Pasukan rezim yang digulingkan telah menghancurkan infrastruktur," "Pemerintah Alsharaa mewakili saya," dan "Kami mendukung pasukan keamanan."

Beberapa demonstran membawa bendera Pasukan Kebebasan Suriah, sementara yang lain memajang foto personel keamanan yang gugur dalam bentrokan antara tanggal 6 hingga 10 Maret lalu.

Ketegangan sektarian yang coba diprovokasi oleh pasukan rezim yang digulingkan telah gagal, kata seorang pengunjuk rasa, Rana al Sayyid, kepada Anadolu Agency. "Kami akan tetap bersatu hingga akhir. Kami sepenuhnya menolak separatisme. Semoga Tuhan melindungi pasukan keamanan kami."

Demonstran lainnya, Muna al Sayyid, mengecam serangan yang dilakukan oleh pasukan rezim yang digulingkan dan menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel keamanan.

Muawiya Sahyouni, pengunjuk rasa lainnya, menekankan bahwa tidak ada seorang pun di Suriah yang seharusnya dipaksa untuk mengungsi. "Semua orang adalah keluarga kita. Kita tidak ingin ada Alawit yang diusir. Negara kita sudah lelah karena perang," kata Sahyouni.

Bilal Salouha menyuarakan hal serupa, mendesak agar konflik yang sedang berlangsung segera diakhiri. "Kami lelah dengan pertumpahan darah. Kami juga meminta mereka yang tinggal di luar negeri untuk kembali ke kampung halaman mereka," ujarnya.

Serangan Intensif

Pekan lalu, provinsi pesisir Suriah, Latakia dan Tartus, menyaksikan serangan terkoordinasi oleh loyalis rezim Bashar al Assad yang telah digulingkan.

Ini adalah serangan paling intensif sejak runtuhnya rezim tersebut, yang menargetkan patroli keamanan dan pos pemeriksaan, mengakibatkan korban jiwa.

Setelah runtuhnya rezim Assad pada bulan Desember, otoritas baru Suriah meluncurkan inisiatif untuk menyelesaikan status mantan anggota rezim di militer dan pasukan keamanan, dengan syarat mereka menyerahkan senjata dan tidak terlibat dalam pertumpahan darah.

Meskipun puluhan ribu menerima inisiatif tersebut, beberapa kelompok bersenjata yang terdiri dari sisa-sisa rezim, terutama di wilayah pesisir tempat perwira tinggi Assad ditempatkan, menolaknya.

Seiring waktu, kelompok-kelompok ini melarikan diri ke daerah pegunungan, memicu ketegangan, mendestabilisasi wilayah, dan melancarkan serangan sporadis terhadap pasukan pemerintah dalam beberapa pekan terakhir.

SUMBER:AA