Kapal patroli Angkatan Laut Angkatan Laut Thailand menembakkan peringatan ke arah kapal pukat berbendera Malaysia yang berusaha menabrak kapal mereka saat terdeteksi melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Thailand. Insiden tersebut berakhir dengan tenggelamnya kapal nelayan dan penahanan awaknya.
Juru bicara Angkatan Laut Thailand, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, mengatakan kejadian terjadi pada Jumat (20/02) setelah nelayan setempat melaporkan adanya delapan hingga sepuluh kapal pukat Malaysia yang memasuki wilayah teritorial Thailand, sekitar delapan mil laut dari Pulau Lipe.
Komando Wilayah Tiga Angkatan Laut Thailand mengerahkan kapal patroli untuk melakukan pemeriksaan. Petugas memerintahkan kapal-kapal tersebut menghentikan mesin dan bersiap menjalani inspeksi melalui pengeras suara.
“Sebagian besar kapal pukat berusaha meninggalkan wilayah Thailand, namun satu kapal bermanuver sangat dekat dengan kapal Angkatan Laut dengan indikasi jelas hendak menabrak,” kata Parach dikutip oleh Antara.
Melihat ancaman terhadap keselamatan personel, awak patroli melepaskan tembakan peringatan. Satu awak kapal mengalami luka, sementara dua lainnya diamankan sebelum kapal tersebut akhirnya karam dan tenggelam.
Menurut Parach, ketiga awak kapal pukat tersebut merupakan warga negara Thailand yang bekerja dengan kontrak pada kapal berbendera Malaysia. Korban luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit di Provinsi Satun, wilayah selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia, sementara dua lainnya kini ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pihak berwenang Thailand menegaskan tindakan ini menjadi sinyal tegas bahwa mereka tidak akan mengizinkan praktik penangkapan ikan ilegal di wilayah kedaulatannya.


















