Opini
DUNIA
3 menit membaca
Sinyal peringatan: penarikan pasukan dari Jerman tunjukkan AS mulai menjauh dari Eropa
Keputusan Trump dinilai mempercepat pergeseran strategi Amerika Serikat dari Eropa menuju kawasan Asia-Pasifik. Lalu apa dampaknya bagi NATO dan Eropa?
Sinyal peringatan: penarikan pasukan dari Jerman tunjukkan AS mulai menjauh dari Eropa
Penarikan 5.000 pasukan dapat terjadi dalam waktu satu tahun / Reuters

Pengumuman Presiden Donald Trump terkait penarikan 5.000 tentara AS dari Jerman memicu perdebatan sengit mengenai hubungan Washington dan Berlin yang semakin renggang, sekaligus memunculkan berbagai kekhawatiran di Eropa.

Namun, pemerintah Jerman, terutama Menteri Pertahanan Boris Pistorius, merespons keputusan itu dengan cukup tenang.

Saat mengunjungi pasukan di Munster, Pistorius mengatakan keputusan AS tersebut tidak melemahkan kemampuan pencegahan aliansi dan bahwa penarikan sebagian pasukan AS dari Eropa sebenarnya sudah dapat diperkirakan.

Ia juga menempatkan kabar buruk kedua dari Gedung Putih dalam konteks yang lebih luas, yakni keputusan AS mencabut komitmen era Presiden Joe Biden untuk menempatkan rudal jelajah Tomahawk di Jerman.

Sebagai gantinya, Pistorius menyoroti pengembangan bersama rudal jelajah dengan Inggris serta proyek kendaraan luncur hipersonik yang tengah dikerjakan kementeriannya.

Apa yang terlihat seperti “bisnis seperti biasa” sebenarnya memiliki dimensi politik yang jelas.

Pertukaran pernyataan terbaru antara Kanselir Friedrich Merz dan Trump mendapat perhatian luas media internasional.

Trump merespons dengan marah kritik Merz yang menuduh AS tidak memiliki strategi militer yang jelas terkait Iran. Dalam konteks itu, Berlin tampaknya ingin menghindari eskalasi lebih lanjut.

Kebijakan pasukan sebagai alat tekanan

Trump dikenal dengan retorika tajamnya, meski tidak semua ancamannya selalu berujung buruk.

Namun, gaya politiknya kerap diikuti tindakan nyata. Penarikan pasukan menjadi salah satu alat favorit Trump, seperti terlihat dalam komentarnya terkait peran Italia dan Spanyol dalam konflik Iran.

Saat ini, sekitar 85 ribu tentara AS ditempatkan di Eropa.

Pada Desember lalu, Kongres melarang Trump mengurangi jumlah itu menjadi di bawah 76 ribu tanpa memberikan alasan keamanan nasional yang komprehensif terlebih dahulu.

Penarikan 5.000 tentara diperkirakan dapat dilakukan dalam waktu satu tahun dan secara efektif setara dengan menarik satu brigade dari Jerman, tempat sekitar 40 ribu tentara AS saat ini ditempatkan.

Menurut sumber AS, langkah itu akan menurunkan jumlah pasukan ke level tahun 2022. Jika terjadi, kekuatan militer AS di Eropa akan kembali mendekati tingkat sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Pergeseran strategi

Penggunaan penempatan pasukan sebagai alat politik sebenarnya bukan hal baru. Pada era Perang Dingin, strategi serupa juga digunakan untuk mendorong Jerman meningkatkan kontribusi pertahanannya.

Namun, akan terlalu sederhana jika pengumuman Trump hanya dilihat dalam konteks itu. Langkah tersebut juga mencerminkan penataan ulang strategi AS yang lebih mendalam.

Pada intinya, kebijakan ini menunjukkan adanya pertanyaan mendasar terhadap fondasi NATO.

Pergeseran fokus AS ke kawasan Asia-Pasifik yang dimulai sejak era Barack Obama kini semakin dipercepat oleh Trump dan disertai kebijakan yang dinilai tidak menentu sehingga membebani hubungan aliansi.

Sumber resmi AS awalnya tidak memberikan rincian spesifik mengenai penarikan pasukan, yang memunculkan dugaan bahwa pengumuman itu juga dimaksudkan sebagai bentuk tekanan politik.

Pentagon kemudian mengonfirmasi langkah tersebut kepada Fox News. Washington menegaskan pengurangan pasukan merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh atas kehadiran militer AS di Eropa.

Dalam konteks itu, kunjungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jerman Carsten Breuer ke Washington pekan lalu, di mana ia mendapat penjelasan mengenai rencana tersebut, juga menjadi penting. Hal itu bisa menjelaskan mengapa pemerintah Jerman tampak cukup siap menghadapi keputusan AS.

Trump sendiri beberapa kali menyinggung kemungkinan penarikan pasukan, meski awalnya secara samar. Karena itu, 5.000 tentara yang disebut saat ini kemungkinan hanya langkah awal.

Makna politik dari penarikan tersebut dinilai tidak boleh diremehkan. Dalam logika strategi pertahanan AS saat ini dan perhitungan kebijakan luar negeri Washington, langkah itu dianggap bagian dari proses menjauhnya hubungan AS dan Eropa secara perlahan.

Perkembangan ini berpotensi melemahkan kohesi dan kemampuan operasional NATO.

Kondisi tersebut menghadirkan tantangan ganda bagi Eropa: menahan diri agar tidak memicu konfrontasi dengan Trump, sekaligus meningkatkan kontribusi mereka sendiri dalam menjaga keamanan aliansi transatlantik.

SUMBER:TRT World
Jelajahi
Dimana virus Ebola bersembunyi dan perburuan bertahun-tahun untuk menemukan hewan yang menularkannya
Drone angkatan laut meledak di Pelabuhan Constanta, Rumania
DPR AS meloloskan RUU pengiriman bantuan $1,8 miliar ke Ukraina, perketat sanksi terhadap Rusia
Parlemen AS halangi upaya penghapusan integrasi militer AS-Israel dari RUU Pertahanan
Trump sebut dia akan 'merasa terhormat' bertemu pemimpin tertinggi Iran jika kesepakatan tercapai
Israel perluas invasi dan memerintahkan evakuasi di selatan Lebanon
Zelenskyy ajak Putin bertemu langsung, sebut Türkiye sebagai tuan rumah yang netral dan mungkin
Kuda hitam Türkiye: Mampukah semifinalis 2002 itu membuat kejutan di Piala Dunia 2026?
Bagaimana warga Muslim menjadi pahlawan tak dikenal dalam kebakaran hotel mematikan di New Delhi
Teknisi Lufthansa terluka setelah roda pendaratan pesawat ambruk di gerbang Bandara Frankfurt
Pengiriman kapal induk Garibaldi ke Indonesia terkendala situasi Selat Hormuz
Indonesia siapkan tanggapan terkait rencana tarif tambahan AS 10 persen
Indonesia dan Madagaskar sepakati kerja sama kemitraan bilateral
Lebanon dan Israel menyepakati gencatan senjata baru, sepakat membuat 'zona percontohan'
Kim Jong-un berjanji untuk memperluas 'secara eksponensial' kemampuan nuklir Korea Utara
Iran luncurkan dua gelombang serangan ke aset AS di Teluk, CENTCOM sebut gagal kena sasaran
Serangan Iran hantam Bandara Internasional Kuwait, melukai beberapa dan menghentikan penerbangan
Menko Airlangga percepat aksesi Indonesia ke OECD selama kunjungan di Prancis dan Belgia
Akhir sebuah era, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo bersiap jalani Piala Dunia terakhir
Iran masih meninjau proposal akhir AS, belum ada tanggapan yang dikirim: laporan