Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Prancis menghasilkan empat kesepakatan bisnis strategis dengan nilai total mencapai $3,5 miliar. Kesepakatan ini dinilai memperkuat hubungan ekonomi bilateral Indonesia–Prancis serta membuka ruang kerja sama investasi jangka panjang.
Kesepakatan tersebut difinalisasi dalam forum peluncuran France-Indonesia High-Level Business Council pada Kamis (28/5), yang turut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris.
Kemitraan strategis Indonesia dan Prancis mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, hingga perdagangan dan investasi. Kedua negara juga mendorong percepatan penyelesaian dan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk memperkuat arus perdagangan dan investasi di berbagai sektor strategis.
Peluncuran dewan bisnis itu mempertemukan 30 pimpinan perusahaan besar dari Indonesia dan Prancis, dengan total nilai kapitalisasi pasar gabungan mencapai $1,3 triliun. Forum tersebut dipimpin bersama oleh Antoine de Saint-Affrique yang menjabat Chair MEDEF International sekaligus CEO Danone, serta Anindya Bakrie sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
Pemerintah Indonesia menilai meningkatnya kepercayaan pelaku usaha Prancis menjadi sinyal positif terhadap daya tarik investasi nasional. Indonesia–France Business Council menargetkan peningkatan perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada 2035 melalui penguatan kolaborasi antara Kadin dan Mouvement des Entreprises de France (MEDEF).
Sebelumnya, kunjungan Prabowo di Paris diawali dengan upacara penyambutan di Les Invalides, dilanjutkan pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, serta jamuan makan kenegaraan. Ia juga melaksanakan salat Idul Adha bersama diaspora Indonesia di Kedutaan Besar RI di Paris.















