'Pembangkang Kronis': Mengapa peran Türkiye yang semakin besar di NATO membuat Israel cemas?
TÜRKİYE
5 menit membaca
'Pembangkang Kronis': Mengapa peran Türkiye yang semakin besar di NATO membuat Israel cemas?Negara Zionis itu meningkatkan ketegangan di seluruh Timur Tengah, dari Gaza hingga Lebanon, Suriah, Yaman, dan terbaru Iran. Di saat yang sama, Israel juga berupaya menghambat langkah damai Ankara sebagai anggota NATO.
Mantan PM Israel Naftali Bennett baru-baru ini membuat pernyataan provokatif terhadap Ankara. Di kanan, Itamar Ben-Gvir. / AP

Dalam tiga tahun terakhir, Israel tidak hanya menyerang warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, tetapi juga sejumlah negara berdaulat di Timur Tengah—mulai dari Lebanon hingga Suriah, Yaman, dan terbaru Iran—yang semakin menguatkan citranya sebagai pemicu instabilitas di kawasan yang sudah rapuh.

Sementara Türkiye, sebagai anggota NATO, selama ini mendorong penyelesaian damai untuk berbagai konflik, dari Ukraina hingga Gaza dan Iran, Israel justru disebut menggunakan berbagai cara untuk menggagalkan upaya damai Ankara.

“Permusuhan Israel terhadap Türkiye meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir, dengan pesan-pesan bernada militer yang diarahkan ke Ankara,” ujar Gokhan Batu, analis politik berbasis di Ankara yang fokus pada isu Israel dan Timur Tengah, merujuk pada eskalasi sejak 7 Oktober 2023.

Türkiye menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap Israel sejak Tel Aviv melancarkan perang yang disebut sebagai genosida di Gaza, yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan menghancurkan wilayah tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menghadapi sorotan global yang semakin tajam, bahkan pengadilan internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya.

Di dalam negeri, kritik terhadap Netanyahu juga meningkat, dengan para politisi, pejabat militer, dan publik menudingnya menggunakan perang sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan politik.

Batu menilai, meningkatnya sikap antagonistik Israel terhadap Türkiye harus dilihat dalam konteks dinamika geopolitik terbaru.

“Perilaku Israel ini dapat dipahami dalam konteks meningkatnya kapasitas Türkiye di Timur Tengah dan kemunculannya sebagai satu-satunya aktor yang mampu menyeimbangkan Israel di kawasan,” kata Batu kepada TRT World.

Menurutnya, industri pertahanan Türkiye yang terus berkembang—mulai dari drone canggih hingga kekuatan angkatan laut yang bahkan diadopsi negara lain seperti Italia—membuat pemerintahan garis keras Netanyahu merasa terancam.

Türkiye akan menjadi tuan rumah KTT NATO penting pada musim panas ini, yang akan menjadi momentum bagi aliansi Barat untuk meninjau meningkatnya ketegangan geopolitik, dari Eropa Timur hingga Timur Tengah.

Türkiye, yang memiliki kekuatan militer terbesar kedua di NATO, baru-baru ini juga menandatangani kesepakatan pertahanan dengan Inggris, yang menunjukkan meningkatnya daya tarik keamanan Ankara di mata sekutu Barat.

Mengapa NATO penting

Israel disebut tidak nyaman dengan keanggotaan Türkiye di NATO, yang membatasi ruang gerak Tel Aviv untuk secara terbuka menentang ekspansi pengaruh Ankara di berbagai kawasan, dari Libya hingga Somalia dan Suriah, menurut Ali Burak Daricili, akademisi hubungan internasional di Universitas Teknik Bursa.

Meski kepemimpinan Israel saat ini dinilai “teokratis radikal” dan agresif, Türkiye disebut akan tetap bertindak sebagai aktor rasional dalam politik global dan merespons provokasi pemerintahan Netanyahu dengan cara yang terukur, kata Daricili kepada TRT World.

Saat Türkiye berupaya menjaga keutuhan wilayah Somalia dengan memediasi konflik antara Somalia dan Ethiopia, Israel justru dituduh mencoba mengacaukan kawasan dengan mengakui Somaliland sebagai negara merdeka.

Seperti di Afrika Timur, Türkiye juga disebut aktif mencegah dan meredakan konflik di Iran.

Di Suriah, ketika Israel terus melancarkan serangan dan mendukung berbagai kelompok etnis dan agama seperti Druze, Türkiye justru membantu proses transformasi negara itu menuju stabilitas dengan pemerintahan pusat yang kuat.

“Jelas bahwa keanggotaan Türkiye di NATO menjadi hambatan besar bagi kepemimpinan radikal Netanyahu,” kata Batu. Ia menambahkan bahwa propaganda Israel terhadap Türkiye tidak akan memengaruhi status Ankara di aliansi tersebut. “Itu upaya yang sia-sia.”

Meski Türkiye berkontribusi dalam berbagai misi NATO—dari Somalia hingga Kosovo—lobi pro-Israel di AS disebut berupaya membangun persepsi negatif terhadap Türkiye melalui laporan-laporan kontroversial.

“Walaupun Israel bukan anggota resmi NATO, kritik yang dibingkai melalui ‘norma NATO’ dipandang sebagai upaya aktor eksternal untuk memengaruhi perdebatan internal organisasi,” ujar Ozgur Korpe, akademisi di Universitas Pertahanan Nasional.

Ia menilai sejumlah lembaga pemikir pro-Israel mencoba mendefinisikan ulang prioritas ancaman NATO di tingkat regional, sekaligus menggambarkan keberatan Türkiye sebagai “ketidakharmonisan internal aliansi”.

Menurut Korpe, kritik terhadap peran Türkiye lebih berkaitan dengan dinamika sistem global multipolar ketimbang kapasitas militernya. Ia menambahkan bahwa Ankara kini bukan lagi aktor statis seperti era Perang Dingin yang hanya menjaga sayap tenggara NATO.

“Penting untuk diingat bahwa pihak yang mempertanyakan ini bukan anggota NATO, melainkan kelompok kecil pembangkang kronis,” ujarnya, merujuk pada suara-suara pro-Israel.

Di tengah propaganda Israel, kritik terhadap tindakan militer Tel Aviv di Gaza dan kekerasan pemukim di Tepi Barat juga semakin meningkat, tidak hanya di Türkiye tetapi juga di negara-negara Barat anggota NATO.

Spanyol dan terbaru Italia, dua negara anggota NATO sekaligus Uni Eropa, secara terbuka mengecam tindakan Israel, dari Gaza hingga konflik dengan Iran, kata Daricili, yang menunjukkan meningkatnya ketidaknyamanan di dunia Barat terhadap kebijakan Tel Aviv.

Para analis menilai NATO telah menghadapi berbagai krisis sebelumnya dan akan mampu mengatasi ketegangan akibat tindakan Israel serta perbedaan pandangan dengan AS terkait anggaran pertahanan.

Meski hubungan antara Washington dan ibu kota Eropa mengalami tekanan, NATO diperkirakan tetap akan merespons sikap agresif Israel dan konflik dengan Iran secara rasional, menurut Daricili, mantan perwira intelijen Türkiye.

“Tanpa partisipasi Türkiye di NATO, Eropa tidak akan memiliki arsitektur keamanan yang nyata. Israel tidak bisa menentukan masa depan NATO.”

Kebijakan ekspansif Israel di kawasan juga dinilai mulai mencapai batasnya, dengan negara berpenduduk sekitar sembilan juta itu disebut mulai kelelahan menghadapi konflik di berbagai front, termasuk dampak serangan Iran ke sejumlah kota Israel.

Otonomi strategis

Para pakar juga menyoroti bahwa kepemimpinan Türkiye, yang menyadari propaganda anti-Türkiye di AS dan wilayah lain, telah mengadopsi kebijakan otonomi strategis untuk melindungi kepentingan politiknya di berbagai kawasan.

Selain keanggotaan NATO yang memberi “daya ungkit penting”, kekuatan utama Türkiye terletak pada basis kekuatan nasionalnya sendiri—baik dari sisi politik maupun militer—yang terlihat dari pengaruhnya di berbagai wilayah, dari Afrika Utara hingga Azerbaijan dan Pakistan, kata Batu.

Sementara suara pro-Israel di AS dan politisi seperti mantan Perdana Menteri Naftali Bennett berupaya melemahkan pengaruh Türkiye di kawasan Eurasia, Ankara disebut tetap melangkah maju tanpa ragu.

“Türkiye kemungkinan akan merespons strategi pengepungan dan isolasi Israel dengan semakin memperdalam otonomi strategisnya,” ujar Korpe.

Ia menambahkan, Ankara menjalankan kebijakan luar negeri yang proaktif untuk menghadapi pendekatan konfrontatif Israel serta dinamika regional lain yang berpotensi mengecualikan Türkiye.

“Türkiye akan terus memanfaatkan posisinya di NATO dan bobot geopolitiknya sebagai alat diplomasi untuk melawan upaya-upaya tersebut.”

SUMBER:TRT World
Jelajahi
Türkiye target perluas jejak dagang di ASEAN usai raih status mitra dialog
Sekjen ASEAN dan Wamenlu Türkiye bahas peluang kerja sama setelah resmi jadi Mitra Dialog
Presiden Erdogan: Perlawanan 15 Juli tak tertandingi dalam sejarah demokrasi global
Indonesia dan Türkiye perkuat kerja sama media dan komunikasi strategis di Jakarta
Peringatan kudeta gagal 15 Juli digelar di Jakarta, panel soroti ketahanan demokrasi Türkiye
Sepuluh tahun, sepuluh suara: Bagaimana kudeta 15 Juli tetap berada di hati warga negara Türkiye
10 tahun setelah kudeta gagal, Erdogan: Türkiye kini lebih kuat dan bersatu
Peristiwa 15 Juli membuktikan Türkiye tidak akan pernah tunduk pada teroris: Menlu Fidan
Erdogan: Gagalnya kudeta 2016 menjadi "deklarasi kemerdekaan" bagi Abad Türkiye
Upaya kudeta yang digagalkan pada 15 Juli: Korban FETO 253 tewas
Kegagalan upaya kudeta 2016 bentuk masa depan Türkiye: Burhanettin Duran
Türkiye peringati 10 tahun kegagalan kudeta 15 Juli, kata Yilmaz
Türkiye menandai 10 tahun upaya kudeta FETO yang gagal
Mehter: Grup musik militer era Ottoman Türkiye dan mengapa menjadi tema konferensi NATO di Ankara
Apa itu sanksi CAATSA dan bagaimana pencabutannya oleh AS akan menguntungkan Türkiye
Presiden Türkiye Erdogan memuji suksesnya KTT NATO, berterima kasih kepada peserta dan penyelenggara
Erdogan: KTT NATO Ankara sebagai 'keberhasilan bersejarah' saat kerja sama pertahanan mendominasi
Pertemuan Trump-Erdogan: AS akan mencabut sanksi terhadap Türkiye, keputusan soal F-35 segera
NATO mengungkap proyek pertahanan multinasional besar yang melibatkan Türkiye
Di tengah konflik kawasan, Türkiye dinilai tetap jadi simbol stabilitas