KONFLIK ISRAEL-IRAN
3 menit membaca
Respons global bermunculan setelah kesepakatan gencatan senjata AS-Iran
Beberapa pemimpin dunia menyambut kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran dengan dukungan hati-hati, sembari menekankan pentingnya jalur diplomasi.
Respons global bermunculan setelah kesepakatan gencatan senjata AS-Iran
Reaksi global muncul setelah gencatan senjata AS-Iran mulai berlaku. / Reuters
8 jam yang lalu

Reaksi internasional mulai bermunculan setelah kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan pertempuran selama dua pekan. Sejumlah pemimpin menyambut langkah tersebut dan menyampaikan harapan akan tercapainya penyelesaian yang lebih permanen.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyambut apa yang ia sebut sebagai “langkah bijaksana” dan menyampaikan apresiasi kepada kepemimpinan kedua negara.

Ia juga mengundang delegasi dari kedua pihak untuk datang ke Islamabad pada 10 April guna melanjutkan negosiasi yang bertujuan mencapai kesepakatan final.

“Saya menyambut hangat langkah bijaksana ini dan menyampaikan terima kasih mendalam kepada para pemimpin kedua negara, serta mengundang delegasi mereka ke Islamabad... untuk melanjutkan perundingan menuju kesepakatan menyeluruh guna menyelesaikan seluruh perselisihan,” ujarnya.

Mesir turut menyambut keputusan Amerika Serikat untuk menghentikan operasi militer, dengan menyebutnya sebagai langkah positif dalam meredakan ketegangan di kawasan.

Dalam pernyataannya, Kairo menyebut langkah tersebut sebagai perkembangan penting untuk menciptakan ketenangan, menahan eskalasi, serta menjaga stabilitas regional dan global.

Mesir menekankan pentingnya menindaklanjuti langkah ini melalui komitmen penuh untuk menghentikan operasi militer serta mendorong upaya diplomasi dan dialog.

Negara itu juga menegaskan kembali pentingnya menghormati hukum internasional dan kebebasan navigasi, serta menyoroti perlunya menjaga kedaulatan dan stabilitas negara-negara Teluk.

Australia menyambut kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah penting menuju penyelesaian konflik.

Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong menyatakan pemerintah mendukung upaya de-eskalasi serta penyelesaian melalui jalur negosiasi.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters pada Rabu menyambut kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran, sambil menekankan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.

“Meski ini merupakan kabar yang menggembirakan, masih ada pekerjaan penting yang harus dilakukan dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan gencatan senjata yang bertahan lama,” tulis Peters di platform X.

Di Amerika Serikat, pemimpin minoritas Senat Chuck Schumer menyambut jeda konflik tersebut, namun tetap mengkritik pendekatan Presiden Donald Trump.

“Saya senang Trump mundur dan kini berupaya keras mencari jalan keluar dari retorikanya yang berlebihan,” kata Schumer.

Sebaliknya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya melemahkan kesepakatan tersebut. Ia mendukung keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan serangan selama dua pekan, namun dengan sejumlah syarat.

Dalam pernyataannya, ia menyebut Israel hanya mendukung langkah itu jika Iran segera membuka kembali Selat Hormuz serta menghentikan serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan.

Ia juga menambahkan bahwa Israel mendukung upaya AS untuk memastikan Iran tidak lagi menjadi ancaman nuklir, rudal, maupun apa yang disebut sebagai “ancaman teror” bagi kawasan dan dunia.

Pernyataan tersebut juga menyebut bahwa Washington telah menegaskan kembali komitmennya terhadap tujuan-tujuan tersebut dalam perundingan yang akan datang.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa gencatan senjata dua pekan ini tidak mencakup Lebanon.

SUMBER:TRT World & Agencies