Drone tempur Türkiye KIZILELMA catat sejarah penerbangan formasi otonom pertama di dunia
TÜRKİYE
3 menit membaca
Drone tempur Türkiye KIZILELMA catat sejarah penerbangan formasi otonom pertama di duniaPerusahaan pertahanan Türkiye, Baykar, mencetak tonggak penting dunia aviasi setelah drone tempur KIZILELMA berhasil melakukan penerbangan formasi jarak dekat secara otonom tanpa pilot.
KIZILELMA dapat melakukan misi patroli tempur dan intersepsi secara otonom. / TRT Balkan

Perusahaan pertahanan Türkiye, Baykar, mengumumkan pada Minggu bahwa dua prototipe pesawat tempur nirawak Bayraktar KIZILELMA berhasil melakukan penerbangan formasi jarak dekat sepenuhnya otonom. Uji coba ini disebut sebagai yang pertama di dunia untuk drone bermesin jet.

Baykar, produsen KIZILELMA, terus mengintegrasikan berbagai kemampuan baru dalam proses pengembangan sistem pesawat tempur nirawak tersebut.

Uji coba ini menjadi tonggak penting dalam dunia penerbangan global karena hingga kini belum ada negara lain yang secara terbuka mendemonstrasikan penerbangan formasi otonom oleh pesawat tempur nirawak kelas jet.

Penerbangan dilakukan dalam rangkaian uji berkelanjutan kemampuan smart fleet autonomy KIZILELMA di Pusat Pelatihan dan Uji Terbang AKINCI di Corlu, Türkiye barat laut.

Dalam uji tersebut, prototipe ketiga Bayraktar KIZILELMA (PT3) dan prototipe kelima (PT5) lepas landas secara berurutan.

Setelah mengudara, kedua pesawat tempur nirawak itu menjalankan manuver sinkron dan mempertahankan formasi jarak dekat sepenuhnya secara otonom tanpa campur tangan manusia. Operasi ini dimungkinkan berkat algoritma smart fleet autonomy yang dikembangkan tim insinyur Baykar.

Dengan capaian ini, KIZILELMA menjadi sistem pesawat tempur nirawak pertama di dunia yang berhasil mendemonstrasikan penerbangan formasi jarak dekat secara otonom, sebuah manuver yang selama ini hanya dapat dilakukan pesawat tempur berawak.

Kemampuan tersebut memungkinkan beberapa platform nirawak, di bawah kendali satu pemimpin, menyesuaikan posisi relatif secara mandiri dan menjalankan misi bersama.

Misi patroli udara tempur

Dalam uji terbang tersebut, misi Combat Air Patrol (CAP), salah satu elemen penting dalam pertempuran udara modern, turut diuji.

Prototipe KIZILELMA menjalankan patroli udara di rute yang telah ditentukan dengan dukungan perangkat lunak otonomi armada. Uji ini membuktikan potensi pelaksanaan misi pertahanan udara oleh pesawat tempur nirawak nasional yang beroperasi sebagai satu kesatuan.

Ke depan, misi patroli dan intersepsi yang selama ini dijalankan pesawat tempur berawak untuk melindungi wilayah tertentu berpotensi dilakukan secara otonom oleh armada KIZILELMA.

Selama proses pengujian, sistem otonom pesawat tempur nirawak dan prosedur operasi bersama dipantau secara ketat.

Dikembangkan sepenuhnya dengan sumber daya internal Baykar, KIZILELMA akan terus meningkatkan kemampuannya dalam menjalankan operasi terkoordinasi lintas platform berkat infrastruktur smart fleet autonomy.

Pesawat tempur nirawak ini sebelumnya juga mencetak sejarah penerbangan dunia dalam uji coba pada 29 November.

Dalam uji tersebut, yang dilakukan di lepas pantai Sinop, Türkiye utara, KIZILELMA berhasil mengenai sasaran secara langsung menggunakan rudal GOKDOGAN buatan TUBITAK SAGE, dengan target terdeteksi radar AESA MURAD produksi ASELSAN.

Keberhasilan ini menjadikan KIZILELMA sebagai pesawat tempur nirawak pertama di dunia yang mampu menghancurkan target udara bermesin jet menggunakan rudal udara-ke-udara jarak jauh (beyond visual range).

‘Yang pertama di dunia’

Baykar, yang dikenal sebagai perusahaan dengan pangsa ekspor UAV terbesar di dunia, telah menandatangani kontrak ekspor dengan 37 negara, termasuk 36 negara untuk Bayraktar TB2 dan 16 negara untuk UAV Bayraktar Akinci.

Dalam unggahan di platform media sosial NSosyal, Ketua Baykar Selcuk Bayraktar menulis, “Yang pertama di dunia!”

“Dua pesawat tempur nirawak berhasil melakukan penerbangan formasi jarak dekat secara otonom.”

Sementara itu, Direktur Utama Baykar Haluk Bayraktar turut menandai pencapaian tersebut dengan pernyataan, “Bukan meniru, tapi menciptakan; bukan mengikuti, tetapi diikuti.”

TerkaitTRT Indonesia - Kizilelma milik Türkiye mengubah masa depan kekuatan udara selamanya
SUMBER:AA
Jelajahi
Türkiye target perluas jejak dagang di ASEAN usai raih status mitra dialog
Sekjen ASEAN dan Wamenlu Türkiye bahas peluang kerja sama setelah resmi jadi Mitra Dialog
Presiden Erdogan: Perlawanan 15 Juli tak tertandingi dalam sejarah demokrasi global
Indonesia dan Türkiye perkuat kerja sama media dan komunikasi strategis di Jakarta
Peringatan kudeta gagal 15 Juli digelar di Jakarta, panel soroti ketahanan demokrasi Türkiye
Sepuluh tahun, sepuluh suara: Bagaimana kudeta 15 Juli tetap berada di hati warga negara Türkiye
10 tahun setelah kudeta gagal, Erdogan: Türkiye kini lebih kuat dan bersatu
Peristiwa 15 Juli membuktikan Türkiye tidak akan pernah tunduk pada teroris: Menlu Fidan
Erdogan: Gagalnya kudeta 2016 menjadi "deklarasi kemerdekaan" bagi Abad Türkiye
Upaya kudeta yang digagalkan pada 15 Juli: Korban FETO 253 tewas
Kegagalan upaya kudeta 2016 bentuk masa depan Türkiye: Burhanettin Duran
Türkiye peringati 10 tahun kegagalan kudeta 15 Juli, kata Yilmaz
Türkiye menandai 10 tahun upaya kudeta FETO yang gagal
Mehter: Grup musik militer era Ottoman Türkiye dan mengapa menjadi tema konferensi NATO di Ankara
Apa itu sanksi CAATSA dan bagaimana pencabutannya oleh AS akan menguntungkan Türkiye
Presiden Türkiye Erdogan memuji suksesnya KTT NATO, berterima kasih kepada peserta dan penyelenggara
Erdogan: KTT NATO Ankara sebagai 'keberhasilan bersejarah' saat kerja sama pertahanan mendominasi
Pertemuan Trump-Erdogan: AS akan mencabut sanksi terhadap Türkiye, keputusan soal F-35 segera
NATO mengungkap proyek pertahanan multinasional besar yang melibatkan Türkiye
Di tengah konflik kawasan, Türkiye dinilai tetap jadi simbol stabilitas