BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Saham Asia menguat tajam sementara konflik Timur Tengah tetap jadi risiko
Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia mencatat kenaikan sekitar 2,2 persen pada Jumat, dipicu lonjakan saham produsen petrokimia Chandra Asri yang naik hingga 17,8 persen.
Saham Asia menguat tajam sementara konflik Timur Tengah tetap jadi risiko
Reli pasar terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyepakati gencatan senjata dua pekan dengan Iran. / Reuters
5 jam yang lalu

Pasar saham di kawasan Asia berkembang mencatat penguatan signifikan pada akhir pekan, didorong sentimen positif dari kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, pelaku pasar tetap waspada terhadap ketidakpastian keberlanjutan kesepakatan tersebut.

Menurut laporan Reuters, indeks MSCI Emerging Markets Asia naik sekitar 1,1 persen pada Jumat dan berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 8 persen yang menjadi performa terbaik sejak Desember 2011. Sementara itu, indeks saham negara berkembang global juga mencatat kenaikan sekitar 7 persen dalam sepekan, tertinggi sejak Juni 2020.

Reli pasar terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyepakati gencatan senjata dua pekan dengan Iran. Meski demikian, kekhawatiran tetap muncul karena lalu lintas di Selat Hormuz sebagai jalur vital bagi perdagangan minyak global masih terbatas.

Meski pasar menguat, sejumlah analis menilai dampak konflik masih akan membebani kawasan. Dalam catatan yang dikutip Reuters, analis Barclays memperingatkan bahwa tekanan terhadap Asia berkembang berpotensi lebih luas dibanding wilayah lain.

“Mereka menilai kawasan ini kemungkinan tidak akan sepenuhnya terhindar dari dampak ekonomi jangka panjang akibat gangguan pasokan yang terus berlangsung,” tulis laporan tersebut.

Barclays juga menyoroti kerusakan fasilitas energi dan pelabuhan di Iran serta negara Teluk lainnya sebagai faktor yang berpotensi mempertahankan tekanan terhadap rantai pasok di Asia.

TerkaitTRT Indonesia - FTSE Russell pertahankan status pasar saham Indonesia

Prospek ekonomi kawasan

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan sekitar 2,2 persen pada Jumat, dipicu lonjakan saham produsen petrokimia Chandra Asri yang naik hingga 17,8 persen. Secara mingguan, IHSG telah menguat lebih dari 6 persen dan menuju kenaikan pertama dalam tujuh pekan.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah justru melemah dan menyentuh level terendah sepanjang masa di kisaran 17.120 per dolar AS, dengan potensi penurunan mingguan sekitar 0,7 persen.

Di kawasan lain, indeks KOSPI Korea Selatan naik sekitar 1,4 persen, sementara won melemah setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuannya. Bursa di Kuala Lumpur dan Manila mencatat kenaikan tipis, sementara pasar Singapura relatif stagnan.

Saham Thailand melanjutkan tren positif untuk hari keempat berturut-turut dengan kenaikan sekitar 1,1 persen, mendekati level tertinggi dalam enam pekan.

Di pasar mata uang, ringgit Malaysia menguat sekitar 0,4 persen dan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan tahun ini, dengan kenaikan sekitar 2,3 persen.

Secara keseluruhan, meskipun reli pasar mencerminkan optimisme jangka pendek, ketidakpastian geopolitik dan gangguan pasokan energi global masih menjadi faktor utama yang membayangi prospek ekonomi kawasan.

TerkaitTRT Indonesia - IHSG gagal pertahankan rebound awal, bergerak volatil dipengaruhi konflik Iran dan tekanan subsidi


SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Ekonomi Indonesia Q1 2026 diproyeksi tetap kuat, Pemerintah fokus konsumsi dan kinerja fiskal
Harga minyak anjlok, saham global menguat saat AS dan Iran sepakat gencatan senjata
Pemerintah rampungkan rencana restrukturisasi utang Kereta Cepat Whoosh
Rupiah menguat usai ketegangan AS-Iran mereda, intervensi Bank Indonesia berlanjut
Astronaut Artemis II bagikan momen lintas Bulan saat kembali ke Bumi
Harga minyak naik, pemerintah percepat biodiesel B50 untuk tekan impor energi
Ketegangan Timur Tengah tekan industri petrokimia, pelaku usaha cari alternatif
Rupiah melemah, Bank Indonesia perkuat intervensi untuk jaga stabilitas
IHSG gagal pertahankan rebound awal, bergerak volatil dipengaruhi konflik Iran dan tekanan subsidi
Indonesia andalkan bantalan fiskal hadapi lonjakan harga energi global
Astronaut Artemis cetak rekor perjalanan manusia terjauh di luar angkasa
Indonesia dan Malaysia dorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral
Indonesia alihkan sumber impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia
Pendapatan Indonesia pada Q1 2026 tumbuh dua digit, ditopang pajak dan aktivitas ekonomi
Para astronot Artemis bersiap untuk terbang melewati Bulan dalam misi bersejarah
Rupiah kembali melemah, tertekan geopolitik Timur Tengah dan penguatan Dolar
Kemenhan resmi beli pesawat tempur KAAN dari Türkiye dengan skema pinjaman luar negeri
Indonesia-Malaysia perkuat kerja sama semikonduktor dan perdagangan perbatasan
Krisis Timur Tengah dorong permintaan pupuk Indonesia di pasar global
Indonesia siapkan tambahan subsidi energi hingga Rp100 triliun imbas konflik Iran