BISNIS DAN TEKNOLOGI
1 menit membaca
China membalas perang dagang dengan menaikkan tarif impor barang AS hingga 125%
Perang tarif yang dimulai oleh Presiden AS Donald Trump, yang menaikkan tarif pada barang-barang China menjadi 145 persen, telah mengguncang pasar global karena ia mengklaim Beijing "menyalahgunakan" praktik perdagangan dengan AS.
00:00
China membalas perang dagang dengan menaikkan tarif impor barang AS hingga 125%
Neither of the world’s top two economies has backed down and there is no immediate relief in sight. / AFP

China telah mengumumkan tindakan balasan dengan menaikkan tarif pada barang-barang AS dari 84 persen menjadi 125 persen mulai Sabtu.

“China akan menaikkan tarif tambahan pada produk yang diimpor dari AS menjadi 125 persen dari 84 persen, efektif mulai 12 April,” kata Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara pada hari Jumat.

“Mengingat tidak ada lagi kemungkinan penerimaan pasar untuk barang-barang AS yang diekspor ke China di bawah tingkat tarif saat ini, jika pihak AS terus memberlakukan tarif pada barang-barang China yang diekspor ke AS, pihak China tidak akan memperhatikannya,” tambah komisi tersebut.

Perang tarif yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump telah mengguncang pasar global. Trump telah menaikkan tarif pada barang-barang China hingga 145 persen, dengan klaim bahwa Beijing telah “menyalahgunakan” praktik perdagangan dengan AS.

Baik China maupun AS, sebagai dua ekonomi terbesar dunia, belum menunjukkan tanda-tanda mundur dan tidak ada solusi langsung yang terlihat.

Namun, pengumuman Beijing bahwa mereka tidak akan “memperhatikan” kenaikan tarif lebih lanjut dari AS menunjukkan bahwa China telah menghentikan tindakan lebih lanjut di pihaknya.

China juga telah mengajukan gugatan baru ke Organisasi Perdagangan Dunia terhadap kenaikan tarif terbaru yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, menurut Kementerian Perdagangan negara tersebut.

TerkaitTRT Global - Tariff war could slash US-China trade by 80% — WTO

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Optimalkan peluang IEU-CEPA, Indonesia perluas kerja sama dagang dan investasi di Polandia
Meta akan batalkan akuisisi perusahaan AI Manus setelah China blokir kesepakatan: laporan
Kementerian ESDM tawarkan 116 blok migas baru untuk tarik investor global
Risiko resesi dibawah 5 persen, Airlangga: Ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah gejolak global
Harga nikel dunia naik tajam, pembatasan kuota Indonesia jadi sorotan pasar
Gugatan Elon Musk vs Sam Altman mulai disidangkan, ini yang perlu Anda ketahui
300+ perusahaan percepat investasi dalam senjata nuklir saat konflik global meningkat — laporan
DeepSeek meluncurkan pembaruan yang telah lama dinantikan dari model AI-nya
Danantara Indonesia jajaki peluang investasi energi terbarukan senilai $30 miliar dengan Singapura
Redam dampak perang, Rusia sepakat pasok 150 juta barel minyak ke Indonesia
Produksi tambang Grasberg terhambat, saham Freeport-McMoRan anjlok 8 persen
Fitch: Indonesia tetap aman dari penurunan peringkat meski defisit jebol akibat perang Iran
BRIN–CERN tandatangani kerja sama riset dan teknologi
BI tahan suku bunga 4,75 persen, jaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi
Indonesia targetkan ekspor 1 juta ton pupuk ke India, Filipina, Thailand, dan Brasil
Investasi Indonesia kuartal I 2026 naik, Jepang-Korsel janjikan Rp570 triliun
Indonesia tolak pinjaman IMF dan Bank Dunia, target pertumbuhan hingga 6 persen
Indonesia dan Singapura perkuat kemitraan investasi, fokus pada hilirisasi hingga energi
MSCI tunda evaluasi hingga Juni, pasar saham Indonesia masih dalam tekanan
Pemerintah jajaki investasi bioetanol ratusan juta dolar bersama Toyota