KONFLIK ISRAEL-IRAN
2 menit membaca
Jakarta menawarkan mediasi di tengah eskalasi konflik Iran
Indonesia menyerukan pengendalian diri dan dialog saat ketegangan regional semakin meningkat.
Jakarta menawarkan mediasi di tengah eskalasi konflik Iran
Sugiono mengatakan Indonesia siap memfasilitasi dialog untuk mencegah jatuhnya korban jiwa tak bersalah. / AP
5 jam yang lalu

Menteri Luar Negeri Indonesia mengatakan kepada mitranya dari Iran pada Selasa bahwa Jakarta siap membantu memfasilitasi mediasi di tengah konflik yang semakin memanas yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

“Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan kami untuk memfasilitasi dialog atau mediasi, dengan tujuan bersama mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan hilangnya nyawa orang tak berdosa yang tidak perlu,” kata Sugiono di platform media sosial AS X.

Ia mendesak semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin dan menempuh langkah-langkah de-eskalasi segera.

“Hormat terhadap hukum internasional dan Piagam PBB harus ditegakkan. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional,” tambahnya.

‘Penargetan yang tragis’

Pada hari Senin, Araghchi juga berbicara dengan pelaksana tugas Menteri Luar Negeri Afghanistan, Mullah Amir Khan Muttaqi, untuk membahas situasi regional.

Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Muttaqi menyatakan “keprihatinan mendalam” atas perkembangan tersebut dan mengecam serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas “penargetan yang tragis” terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sejak hari Sabtu, serangan gabungan AS-Israel dilaporkan telah menewaskan beberapa pejabat senior Iran. Teheran merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan lokasi terkait AS di negara-negara Teluk. Enam personel militer AS tewas dan beberapa lainnya mengalami luka parah.

Menurut Bulan Sabit Merah Iran, jumlah korban tewas dari serangan udara AS dan Israel sejak hari Sabtu telah meningkat menjadi 555.

SUMBER:AA