PERANG GAZA
2 menit membaca
Bayi Palestina meninggal akibat kedinginan saat Israel terus blokir bantuan ke Gaza
Seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan meninggal dunia akibat suhu dingin ekstrem di Gaza, menyoroti krisis kemanusiaan yang kian memburuk bagi keluarga pengungsi yang tinggal di tenda dan tempat penampungan padat.
Bayi Palestina meninggal akibat kedinginan saat Israel terus blokir bantuan ke Gaza
Kematian bayi akibat cuaca dingin meningkat di kalangan keluarga pengungsi di Gaza. / Reuters

Seorang bayi Palestina meninggal dunia akibat paparan suhu dingin ekstrem di Jalur Gaza, menambah jumlah anak yang tewas akibat cuaca dingin musim dingin ini menjadi sembilan orang, menurut sumber medis yang dikutip Anadolu.

Bayi perempuan berusia tujuh bulan bernama Shatha Abu Jarad, warga kawasan al-Daraj di Kota Gaza, meninggal dunia pada Selasa setelah jantungnya berhenti akibat suhu dingin yang parah, ujar sumber tersebut.

Kematian Shatha terjadi di tengah kondisi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan bagi warga Gaza yang terusir dari rumah mereka.

Ratusan ribu keluarga terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat atau tempat penampungan yang penuh sesak, tanpa perlindungan memadai dari cuaca musim dingin. Mereka kekurangan selimut, pakaian hangat, dan alat pemanas setelah lebih dari dua tahun perang genosida yang dilancarkan Israel.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, Israel dilaporkan masih terus melancarkan serangan ke Gaza serta memblokir masuknya bahan-bahan tempat tinggal ke wilayah tersebut, termasuk tenda dan rumah portabel, menurut para pejabat bantuan kemanusiaan.

‘Dampak kemanusiaan yang katastrofik’

Pekan lalu, kantor media pemerintah Gaza melaporkan bahwa total kematian akibat cuaca dingin mendekati 30 orang, seluruhnya merupakan warga Palestina yang mengungsi dan tinggal di kamp-kamp darurat.

Kantor tersebut juga menyebut sekitar 7.000 tenda hancur akibat badai yang melanda Gaza baru-baru ini, seraya memperingatkan adanya “dampak kemanusiaan yang bersifat katastrofik” seiring kembalinya suhu beku.

Israel telah memaksa lebih dari 1,5 juta warga Palestina mengungsi ke kamp-kamp penampungan setelah kehancuran masif rumah dan infrastruktur di Gaza.

Sejak Oktober 2023, hampir 70.700 orang—sebagian besar perempuan dan anak-anak—tewas di Gaza, sementara lebih dari 171.000 lainnya mengalami luka-luka, berdasarkan data otoritas kesehatan Palestina.

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
AS mengancam akan mencabut visa delegasi PBB Palestina: laporan
Indonesia koordinasi dengan Türkiye, Mesir, dan Yordania untuk bebaskan 9 WNI ditahan Israel
Indonesia kecam keras perlakuan tidak manusiawi Israel terhadap aktivis GSF
Ben-Gvir unggah video aktivis flotilla yang dipaksa berlutut, Italia panggil dubes Israel
Indonesia perkuat upaya diplomatik lindungi 9 WNI yang ditahan Israel
Ratusan aktivis Global Sumud termasuk sembilan WNI yang 'diculik' dibawa ke Israel
Israel terus serang armada Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza
Israel menyita semua kapal dalam konvoi yang menuju Gaza, PBB menyatakan keprihatinan
Israel menyita sekitar 40 kapal dari armada Global Sumud yang menuju Gaza
Indonesia pertimbangkan tindakan hukum atas penculikan WNI oleh Israel di konvoi bantuan Gaza
Indonesia akan mengambil tindakan hukum terhadap Israel terkait aktivis GSF yang ditahan
9 WNI aktivis GSF 'diculik' oleh Israel, Kemlu RI terus berupaya pastikan keselamatan
Sembilan WNI dalam misi kemanusian Global Sumud Flotilla ditahan Israel
Armada Global Sumud menuntut 'jalan aman' untuk misi kemanusiaan ke Gaza setelah serangan Israel
Pelapor PBB Albanese: Negara-negara Mediterania harus lindungi Armada Global Sumud
Palestina kecam rencana Israel untuk menyita properti dekat Masjid Al-Aqsa
Undang-undang Israel yang izinkan eksekusi tahanan Palestina mulai berlaku di Tepi Barat
Warga Palestina peringati 78 tahun Nakba dengan membawa kunci sebagai simbol harapan
1948 hingga 2026: Nakba tidak pernah berakhir, Israel hanya menormalisasi kematian dan kehancuran
Puluhan penghuni ilegal Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi