DUNIA
1 menit membaca
Ledakan mematikan di pabrik gas Qatar menewaskan 13 orang, ekspor tetap stabil: menteri
Otoritas membantah kemungkinan sabotase setelah ledakan mematikan di fasilitas gas, sementara pejabat menekankan bahwa pasokan energi global tetap tidak terpengaruh.
Ledakan mematikan di pabrik gas Qatar menewaskan 13 orang, ekspor tetap stabil: menteri
Korban ledakan hari Minggu merupakan warga negara India dan Pakistan, dan dilaporkan bahwa semua korban luka sedang mendapatkan perawatan medis.

Ledakan di pabrik gas di Qatar pada Minggu malam telah menewaskan 13 orang dan melukai 66 lainnya, kata pihak berwenang pada Senin, sementara Menteri Energi Saad al-Kaabi berupaya meyakinkan pasar global bahwa ekspor energi negara itu akan berlanjut tanpa gangguan.

Berbicara kepada wartawan, al-Kaabi mengumumkan pada Senin bahwa para korban adalah warga India dan Pakistan dan mengatakan semua yang terluka sedang menerima perawatan medis, tanpa ada yang dalam kondisi mengancam jiwa.

“Saya mendapati diri saya hari ini harus melakukan sesuatu yang selalu saya harapkan tidak akan pernah terjadi,” katanya, menyampaikan belasungkawa kepada para korban.

TerkaitTRT Indonesia - Ledakan besar di pabrik industri Qatar menyebabkan puluhan terluka dan hilang

Kecelakaan, bukan sabotase

Al-Kaabi mengatakan temuan awal menunjukkan ledakan itu adalah kecelakaan dan bukan akibat sabotase atau tindakan bermusuhan.

“Ini adalah kecelakaan dan bukan sabotase atau tindakan bermusuhan,” katanya.

Menteri itu juga bergerak cepat untuk meredakan kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan pasokan, menekankan bahwa insiden tersebut tidak akan berdampak pada ekspor energi Qatar.

Ekspor akan berlanjut

Qatar, salah satu eksportir gas alam cair terkemuka di dunia, akan mempertahankan operasi ekspor normal meskipun terjadi ledakan mematikan, menurut al-Kaabi.

“Hal ini tidak akan memengaruhi ekspor kami ke dunia dengan cara apa pun,” katanya, menekankan ketahanan infrastruktur energi negara itu sementara pihak berwenang terus menyelidiki penyebab ledakan.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Messi pecahkan rekor gol Piala Dunia dengan 18 gol, setelah Argentina kalahkan Austria 2-0
China batasi ekspor 10 entitas AS sebagai tanggapan atas daftar hitam Pentagon
Keir Starmer mundur sebagai Perdana Menteri Inggris akibat tekanan domestik
Apa saja yang diputuskan dalam pembicaraan Iran-AS di Swiss? berikut detailnya
Menhan Israel mengatakan pasukan tidak akan meninggalkan Lebanon selatan
Dapatkah Selat Hormuz kembali beroperasi seperti biasa setelah kesepakatan AS-Iran?
Israel membunuh 7 orang di Lebanon, melanggar gencatan senjata
Ledakan besar di pabrik industri Qatar menyebabkan puluhan terluka dan hilang
AS dan Iran menyelesaikan pembicaraan tingkat tinggi di Swiss — para mediator
PM Belanda meminta maaf kepada komunitas Maluku atas penyalahgunaan kolonial era Indonesia
Putin soroti peran ASEAN sebagai fondasi stabilitas Asia-Pasifik di KTT Kazan
Menkeu: Kepercayaan China terhadap Indonesia tetap kuat di tengah tantangan investasi
Rencana pembicaraan antara AS-Iran di Swiss tertunda, Kemlu Swiss mengonfirmasi
'Cepat atau lambat': Menteri Israel mengancam perang dengan Suriah, menargetkan Türkiye juga
Indonesia bidik Panda Bonds $1 miliar, andalkan pasar China untuk diversifikasi pembiayaan
Indonesia dorong kerja sama nuklir dengan Rusia, targetkan kemandirian energi
Kematian akibat wabah Ebola di DRC melampaui 200: pejabat
Rusia berjanji akan melancarkan serangan besar-besaran usai serangan drone Ukraina ke Moskow
Cedera horor bayangi kemenangan 6-0 Kanada atas Qatar di Piala Dunia
Meksiko jadi tim pertama yang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia usai kalahkan Korea Selatan 1-0