Amerika Serikat dan Iran telah membuat "kemajuan yang sangat baik" dalam diskusi langsung maupun tidak langsung, menurut seorang pejabat AS.
"Kami sepakat untuk bertemu lagi minggu depan dan berterima kasih kepada mitra kami di Oman yang telah memfasilitasi pembicaraan ini serta mitra kami di Italia yang menjadi tuan rumah hari ini," kata pejabat tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.
Pejabat itu menyebutkan bahwa putaran kedua pembicaraan di Roma berlangsung lebih dari empat jam.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai "konstruktif dan baik."
"Kali ini kami berhasil mencapai pemahaman yang lebih baik tentang serangkaian prinsip dan tujuan," katanya kepada televisi negara Iran.
Sebelum putaran berikutnya, Araghchi mengatakan akan ada diskusi teknis tingkat ahli antara kedua pihak di Oman mulai Rabu ini.
Sebelumnya, kantor berita Iran IRNA menyebutkan bahwa putaran ketiga akan berlangsung minggu depan, tanpa menyebutkan lokasi spesifik.

Kembali ke perundingan
Pembicaraan nuklir tidak langsung, yang dimulai Sabtu lalu di Muscat, berfokus pada program nuklir Iran, dengan kedua pihak berkomunikasi melalui Oman sebagai perantara.
Araghchi adalah salah satu negosiator dalam kesepakatan tahun 2015. Rekannya dari AS, Steve Witkoff, adalah seorang pengusaha properti yang juga ditugaskan oleh Trump untuk pembicaraan terkait Ukraina.
Saat ini, Iran memperkaya uranium hingga 60 persen, jauh di atas batas 3,67 persen dalam kesepakatan tersebut, tetapi masih di bawah ambang batas 90 persen yang diperlukan untuk material senjata.
Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran jika kesepakatan baru tidak tercapai untuk menggantikan kesepakatan nuklir 2015 yang ditengahi di bawah pemerintahan Obama.











