DUNIA
2 menit membaca
BNPT dan Australia perkuat kerja sama penanggulangan terorisme
Kemitraan kedua negara telah menghasilkan sejumlah program konkret, termasuk pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).
BNPT dan Australia perkuat kerja sama penanggulangan terorisme
Kerja sama tersebut diperkuat melalui Australia-Indonesia Partnership for Justice Fase ke-3 (AIPJ3). / BNPT RI

Indonesia dan Australia memperkuat kemitraan dalam menghadapi ancaman terorisme melalui Konsultasi Bilateral Penanggulangan Terorisme ke-11 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (17/9). Forum tersebut membahas perkembangan ancaman, evaluasi kerja sama yang berjalan, serta langkah bersama untuk memperkuat keamanan kawasan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengatakan Indonesia terus meningkatkan kemampuan penelusuran, mitigasi, dan deteksi dini sebagai bagian dari upaya memperkuat penanggulangan terorisme.

“Kedepannya kami terus melakukan upaya penelusuran, mitigasi, atau deteksi dini supaya penanggulangan terorisme semakin baik dan tentu ini juga merupakan hasil kerja sama dengan Australia,” ujar Eddy.

Menurut Eddy, kemitraan kedua negara telah menghasilkan sejumlah program konkret, termasuk pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

Kerja sama tersebut diperkuat melalui Australia-Indonesia Partnership for Justice Fase ke-3 (AIPJ3), yang mendukung penerapan fase kedua RAN PE 2026–2029 di berbagai wilayah Indonesia.

Duta Besar Australia untuk Penanggulangan Terorisme Gemma Huggins mengatakan kerja sama bilateral tetap penting menghadapi perubahan pola ancaman terorisme yang semakin kompleks.

“Konsultasi hari ini berlangsung dalam konteks ancaman yang terus berkembang dan semakin kompleks. Meskipun lanskap terorisme telah berubah secara signifikan selama dua dekade terakhir, ancaman tetap ada, dan begitu pula kebutuhan kita untuk bekerja sama demi keamanan kedua bangsa kita,” tegas Gemma.

Ia menyebut sejumlah tantangan yang menjadi perhatian bersama, mulai dari radikalisasi melalui internet dan penyebaran narasi ekstremis yang menyasar anak muda hingga pemanfaatan teknologi baru oleh kelompok teroris serta proses pemulangan dan reintegrasi pejuang teroris asing beserta keluarganya.

Dalam kerja sama yang berlangsung sejak 2025, Departemen Dalam Negeri Australia, Australian Security Intelligence Organisation (ASIO), dan United Nations Office of Counter-Terrorism (UNOCT) turut terlibat dalam penguatan pelatihan analis serta upaya mengurangi radikalisasi daring pada platform gim daring di Indonesia.

Kedua negara menilai pengalaman bersama dan koordinasi operasional menjadi bagian penting dalam menjaga masyarakat dari terorisme dan ekstremisme kekerasan. Konsultasi bilateral tersebut juga menjadi wadah untuk mematangkan program bersama dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.

TerkaitTRT Indonesia - BNPT tingkatkan upaya deradikalisasi hadapi ancaman terorisme digital
SUMBER:TRT Indonesia