DUNIA
2 menit membaca
Trump sebut pelaku serangan White House dinner “penuh kebencian di hatinya”
Presiden Trump menyebut tersangka sangat membenci dan bersikap anti-Kristen usai upaya penembakan di acara White House Correspondents’ Dinner, sekaligus memuji respons Secret Service dalam insiden tersebut.
Trump sebut pelaku serangan White House dinner “penuh kebencian di hatinya”
Presiden AS Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih, menyusul insiden penembakan di Washington, DC, AS, pada 25 April 2026. / Reuters

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut tersangka dalam insiden penembakan di acara White House Correspondents’ Dinner sebagai sosok yang dipenuhi kebencian mendalam, terutama terhadap agama Kristen. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan manifesto pelaku menunjukkan seseorang yang dipenuhi kebencian terhadap agama.

“Dia sudah lama punya banyak kebencian di hatinya,” kata Trump, menyebut motifnya sebagai “sangat anti-Kristen.” Ia juga mengatakan keluarga pelaku mengetahui adanya masalah, dan seharusnya “mungkin melaporkannya lebih tegas.”

“Saya benci orang seperti ini, orang yang sakit, orang yang buruk. Saya benci orang seperti itu yang bisa mengubah arah negara kita,” ujarnya.

Trump juga memuji respons cepat Secret Service, dengan menyebut pelaku “datang berlari seperti pemain NFL (National Football League),” tetapi berhasil dihentikan sebelum mencapai pintu gedung.

Kemudian, Trump kembali menegaskan rencananya membangun ballroom baru yang lebih aman di kompleks Gedung Putih, dengan kaca antipeluru setebal hampir empat inci serta perlindungan terhadap drone, di area yang ia sebut sebagai “tanah paling aman di dunia.”

Tersangka yang diidentifikasi sebagai Cole Allen telah ditangkap di Washington Hilton Hotel pada Sabtu (25/4). Pelaksana tugas Jaksa Agung Todd Blanche menyebut Allen “hampir menembus perimeter” sebelum berhasil dihentikan.

Penyidik menemukan dokumen tulisan tangan di hotel yang berisi rencana untuk menargetkan pejabat pemerintahan Trump, serta konten bernada anti-Trump dan anti-Kristen di media sosialnya.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Pergantian pejabat di Downing Street: Pengunduran diri Starmer dan biaya Brexit selama sepuluh tahun
China bantah klaim Eropa bahwa aktivitasnya di Taiwan ancam stabilitas regional
Korsel berencana melatih 500 ribu 'prajurit drone' setelah pelajaran dari perang Ukraina dan Iran
Australia lolos ke babak knockout Piala Dunia setelah hasil imbang tanpa gol melawan Paraguay
Irak bantah laporan bahwa negaranya mungkin keluar dari OPEC di tengah perselisihan batas produksi
Comeback dramatis tekuk Jerman, Ekuador melaju ke babak 32 besar Piala Dunia
Tidak ada kemenangan maupun perdamaian: Menyorot kesepakatan AS-Iran
Venezuela darurat usai gempa besar mematikan, dunia ucapkan belasungkawa dan tawarkan bantuan
RI dan Inggris perkuat pendanaan keanekaragaman hayati dan konservasi taman nasional
Indonesia tekankan keseimbangan transisi energi dan lingkungan di Forum GETES London
Indonesia dan Rusia tandatangani kesepakatan pertukaran informasi hukum
Kalah pamor, tingkat kepercayaan global terhadap Trump di bawah Xi Jinping dan Putin
Indonesia sampaikan ucapan duka atas gempa Venezuela, tiga WNI dipastikan selamat
Iran membuat 'konsesi sangat besar' dalam pembicaraan: Trump
Dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela, dilaporkan terjadi kerusakan di berbagai wilayah
Kapal-kapal mulai melintasi Selat Hormuz di bawah rencana evakuasi PBB
Brasil memuncaki Grup C dengan selisih gol atas Maroko, keduanya lolos ke babak 32 besar Piala Dunia
BPJPH Indonesia dan Polandia tandatangani kesepakatan pengakuan sertifikat halal
Indonesia raih gelar juara umum di Tunisia, bidik tiket Asian Para Games 2026
Apakah keajaiban ekonomi menanti Iran usai pencabutan sanksi? Semua terletak pada detail kecil