Otoritas Palestina mengutuk pembakaran sebagian masjid di kota Nablus, Tepi Barat, menyebutnya sebagai yang terbaru dalam gelombang serangan pemukim yang semakin meningkat terhadap situs keagamaan dan properti sipil.
Saksi mata mengatakan pemukim Israel pada Senin menyerbu kota terdekat Tal sebelum fajar dan membakar bagian-bagian Masjid Abu Bakr Al-Siddiq, menyebabkan pintu masuk dan fasad menjadi hitam oleh asap serta menggoreskan grafiti rasis di dindingnya.
Di antara coretan itu terdapat tulisan 'Price Tag', sebuah jaringan pemukim garis keras yang sejak lama dikaitkan dengan serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka.
'Peningkatan sistematis' yang ditoleransi oleh otoritas Israel
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menggambarkan pembakaran itu sebagai bagian dari 'peningkatan sistematis' dalam serangan terhadap tempat-tempat suci, dengan mengatakan puluhan masjid menjadi sasaran hanya pada tahun lalu.
Kementerian menuduh pasukan Israel gagal mencegah insiden semacam itu dan mengatakan serangan-serangan tersebut melanggar jaminan internasional tentang kebebasan beribadah.
Insiden itu terjadi di tengah lonjakan kekerasan yang lebih luas di seluruh Tepi Barat yang diduduki sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023, di mana pejabat Palestina melaporkan peningkatan pembunuhan, penangkapan, dan pemindahan penduduk oleh pihak Israel.
Dalam opini konsultatif Juli 2024, Mahkamah Internasional memutuskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan pembongkaran permukiman — putusan yang ditolak Israel tetapi dikutip oleh pihak Palestina sebagai dukungan hukum bagi klaim mereka.
Bagi banyak warga, serangan hari Senin memperkuat kekhawatiran bahwa situs-situs keagamaan semakin menjadi titik api dalam konflik yang sudah dipicu oleh perang, kebuntuan politik, dan meningkatnya ketidakpercayaan di lapangan.
















