BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Indonesia dan Maroko tingkatkan hubungan ekonomi, nilai perdagangan melonjak tajam
Indonesia dan Maroko memperkuat kemitraan ekonomi di sektor ketahanan pangan, produk halal, hingga energi. Nilai perdagangan bilateral kedua negara melonjak pesat dan membuka akses pasar luas di Afrika serta Asia.
Indonesia dan Maroko tingkatkan hubungan ekonomi, nilai perdagangan melonjak tajam
Mendag Budi Santoso dan Dubes Maroko Redouane Houssaini. Foto: ANTARA News

Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Maroko kini memasuki babak baru yang kian solid. Kemitraan strategis kedua negara terus menunjukkan tren positif, ditandai dengan lonjakan nilai perdagangan bilateral serta perluasan kerja sama di sektor ketahanan pangan, industri produk halal, hingga energi.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menyampaikan optimistis tersebut saat menghadiri perayaan Resepsi Perayaan 27 Tahun Tahta Raja Mohammed VI dari Maroko yang digelar di Jakarta, Kamis (30/7).

“Sejak menyepakati kemitraan strategis pada 2023, kerja sama kita telah memasuki fase baru yang sangat menjanjikan. Saya sangat optimistis terhadap momentum positif ini,” ujar Budi.

Budi membeberkan bahwa nilai perdagangan bilateral kedua negara berhasil menembus $255 juta pada 2025, atau melonjak hingga 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren pertumbuhan positif ini terus berlanjut hingga lima bulan pertama 2026 dengan kenaikan mencapai 42 persen secara tahunan (year-on-year).

Selain nilai perdagangan barang, kepercayaan pasar Maroko terhadap komoditas asal Indonesia juga dibuktikan lewat penandatanganan kesepakatan komersial senilai $40,7 juta pada tahun lalu.

Di sisi lain, Maroko turut memegang peran vital dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Tahun lalu, negara di kawasan Afrika Utara tersebut mengemban peran sebagai penyokong utama pasokan pupuk nitrogen dan fosfat ke Indonesia dengan nilai transaksi mencapai lebih dari $45 juta.

Saling Melengkapi dan Sinergi Produk Halal

Mendag menekankan bahwa struktur perekonomian Indonesia dan Maroko memiliki sifat yang sangat saling melengkapi (complementary). Penguatan hubungan bilateral ini diyakini bakal memperkokoh rantai pasok global, mendorong investasi, serta memperluas kolaborasi sektor swasta.

Salah satu milestone penting yang diraih adalah penandatanganan Perjanjian Pengakuan Saling Cek (Mutual Recognition Agreement) untuk sertifikasi produk halal. Langkah ini membuka pintu lebar bagi penetrasi pasar kedua negara.

Melalui kesepakatan perdagangan preferensial yang ada maupun yang sedang dirancang, para pelaku usaha dari kedua negara kini berkesempatan mengintegrasikan pasarnya ke ekosistem yang menjangkau lebih dari 1,8 miliar konsumen di kawasan Afrika, Eropa, hingga Asia.

Pandangan Maroko terhadap Posisi Indonesia

Sementara itu, Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, menegaskan bahwa Jakarta menempati "posisi strategis dan istimewa" dalam kebijakan luar negeri Rabat. Meskipun terpaut jarak geografis yang jauh, kedua negara disatukan oleh nilai-nilai dasar yang sama.

"Kita adalah dua peradaban besar... dua negara berpenduduk mayoritas Muslim moderat yang konsisten mempromosikan toleransi, koeksistensi, dan nilai-nilai keagamaan yang inklusif," tutur Houssaini.

Ia menambahkan, sebagai dua negara demokrasi yang stabil, Indonesia dan Maroko berbagi komitmen terhadap prinsip multilateralisme, penghormatan hukum internasional, dan dialog damai.

Ke depan, Maroko melihat peluang kolaborasi yang sangat besar di bidang teknologi hijau, energi terbarukan, ekosistem kendaraan listrik, hingga pendidikan tinggi dan pelatihan vokasi. Dubes Houssaini juga secara terbuka mendorong lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi perguruan tinggi di Maroko.

TerkaitPria asal Maroko tewas akibat kekerasan oleh polisi Italia - TRT Indonesia - TRT Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia