Korea Utara meluncurkan rudal hipersonik: media negara

Rudal yang diluncurkan dari distrik Ryokpo di Pyongyang, menghantam target sejauh 1.000 kilometer di atas laut timur Korea Utara, demikian laporan media resmi pemerintah.

By
Sebuah proyektil melayang di udara saat pemimpin Korea Utara mengawasi latihan rudal jelajah strategis jarak jauh, 28 Desember 2025. / Reuters

Korea Utara mengonfirmasi bahwa mereka menembakkan rudal hipersonik sehari sebelumnya di bawah pengawasan pemimpin Kim Jong-un, yang menyebutnya sebagai langkah penting dalam memperkuat daya cegah perang negara itu, menurut media milik negara.

Peluncuran dilakukan oleh unit serangan tembakan Tentara Rakyat Korea (KPA) sebagai bagian dari evaluasi operasional untuk menilai kesiapan, kinerja, dan mobilitas sistem senjata hipersonik, lapor Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada hari Senin.

Kim mengamati uji tembak dan mengatakan itu menegaskan bahwa 'tugas teknologi yang sangat penting untuk pertahanan nasional telah dilaksanakan.'

Ia memuji pasukan misilnya karena menunjukkan kesiapan kekuatan nuklir Korea Utara.

“Prestasi penting telah dicapai baru-baru ini dalam menempatkan kekuatan nuklir kita pada dasar yang praktis dan mempersiapkannya untuk perang yang sesungguhnya,” tambahnya.

'Mitra yang sangat penting'

Rudal hipersonik diluncurkan dari distrik Ryokpo di ibu kota Pyongyang dan mengenai target sekitar 1.000 kilometer (621 mil) jauhnya di atas laut sebelah timur Korea Utara, kata KCNA.

Uji tembak itu juga terjadi pada hari ketika Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung berangkat untuk kunjungan pertamanya ke China sejak menjabat tahun lalu, di mana ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada hari Senin.

Menjelang pertemuannya, ia menyebut China sebagai 'mitra yang sangat penting' bagi perdamaian dan reunifikasi di Semenanjung Korea.

Bulan lalu, Korea Utara mengatakan telah menembakkan rudal jelajah strategis jarak jauh ke laut untuk menguji kesiapan tempur dan kemampuan serangan balasan pasukan misilnya.