Harga minyak naik karena potensi gangguan pasokan dari Iran

Gejolak di Iran menambah premi risiko US$3–4 per barel, menurut Barclays.

By
Harga minyak melonjak karena kemungkinan gangguan pasokan dari Iran. / AP

Harga minyak dunia melonjak sekitar 3 persen pada perdagangan Selasa (13/1), dipicu kekhawatiran pasar atas potensi gangguan ekspor minyak mentah dari Iran yang menutupi isu kemungkinan tambahan pasokan dari Venezuela.

Minyak mentah Brent berjangka (LCOc1) naik US$1,88 atau 2,9 persen ke level US$65,75 per barel pada pukul 11.07 waktu AS (16.07 GMT), mendekati posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) (CLc1) menguat US$1,79 atau sekitar 3 persen menjadi US$61,29 per barel.

“Pasar minyak saat ini mulai memasukkan perlindungan harga terhadap risiko geopolitik,” ujar analis PVM Oil Associates John Evans. Ia menyoroti kemungkinan terhentinya ekspor Iran, persoalan pasokan dari Venezuela, pembicaraan terkait perang Rusia–Ukraina, hingga isu geopolitik lain seperti Greenland.

Iran, yang merupakan salah satu produsen utama dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), tengah dilanda aksi unjuk rasa anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Langkah keras pemerintah Iran terhadap para pengunjuk rasa memicu peringatan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kemungkinan tindakan militer.

Trump pada Senin mengatakan, negara mana pun yang masih menjalin bisnis dengan Iran akan dikenai tarif sebesar 25 persen atas seluruh transaksi bisnisnya dengan Amerika Serikat.

“Kenaikan tarif ini terutama akan berdampak pada aliran minyak mentah Iran ke China dan India, yang berpotensi memaksa pembeli di Asia mencari pasokan alternatif dan pada akhirnya menopang harga minyak mentah global,” kata analis Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates.

Di sisi lain, empat kapal tanker minyak yang dikelola perusahaan Yunani dilaporkan diserang drone tak dikenal pada Selasa. Kapal-kapal tersebut tengah berada di Laut Hitam dan menuju terminal Caspian Pipeline Consortium di lepas pantai Rusia untuk memuat minyak, kata delapan sumber kepada Reuters.

Kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan minyak untuk sementara mereda, ujar analis Rystad Energy Janiv Shah. Namun, ia menambahkan bahwa tingginya tingkat pengolahan kilang di Eropa justru menekan pasar gasoil.

Gejolak menopang premi Brent

Premi minyak mentah Brent terhadap acuan Timur Tengah, Dubai, naik pada Selasa ke level tertinggi sejak Juli. Kenaikan ini didorong oleh ketegangan geopolitik di Iran dan Venezuela yang menopang harga acuan global, berdasarkan data LSEG.

“Menurut pandangan kami, gejolak di Iran telah menambahkan sekitar US$3–4 per barel sebagai premi risiko geopolitik dalam harga minyak,” tulis Barclays dalam sebuah catatan.

Pasar juga masih dihadapkan pada kekhawatiran akan masuknya tambahan pasokan minyak mentah seiring rencana dimulainya kembali ekspor Venezuela.

Setelah lengsernya Presiden Nicolas Maduro, Trump mengatakan pekan lalu bahwa Caracas berencana menyerahkan hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat, dengan ketentuan tetap tunduk pada sanksi Barat.

Perusahaan-perusahaan perdagangan minyak global pun disebut menjadi pihak yang lebih awal diuntungkan dalam persaingan menguasai aliran minyak mentah Venezuela, bergerak lebih cepat dibandingkan perusahaan energi besar asal Amerika Serikat.