“Kebenaran itu ada di luar sana,” begitu ungkapan ikonik dari sebuah serial televisi populer.
Selama beberapa dekade, para penganut teori konspirasi, penggemar UFO, hingga masyarakat umum terus mencari “kebenaran” soal dugaan kehidupan alien, sembari menuding otoritas menyembunyikan bukti keberadaan makhluk luar angkasa.
Kini, “kebenaran” itu disebut-sebut mungkin akan segera terungkap.
Pada Kamis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia memerintahkan lembaga federal untuk “mengidentifikasi dan merilis” seluruh dokumen pemerintah terkait apa yang disebut sebagai alien, kehidupan ekstraterestrial, fenomena anomali tak dikenal (UAP), dan objek terbang tak dikenal (UFO).
Mengutip “minat besar” publik terhadap isu ini, Trump mengatakan dokumen tersebut akan mencakup “segala informasi yang berkaitan dengan isu-isu yang sangat kompleks, namun sangat menarik dan penting ini.”
Arahan itu muncul setelah bertahun-tahun rasa ingin tahu publik dan dengar pendapat di Kongres terkait UAP. Pentagon sendiri telah berulang kali menyatakan tidak menemukan bukti adanya kehidupan luar angkasa.
Pengumuman tersebut—yang juga mengikuti pernyataan terbaru mantan Presiden AS Barack Obama—kembali memicu ketertarikan global pada isu yang memadukan sains, budaya, dan politik ini.
Penampakan terkenal objek luar angkasa
Laporan tentang objek aneh di langit sudah ada sejak berabad-abad lalu, namun lonjakan besar penampakan UFO terjadi pada pertengahan abad ke-20.
Insiden Roswell tahun 1947 di New Mexico menjadi yang paling terkenal: puing dari objek jatuh awalnya disebut militer AS sebagai “piring terbang”.
Cerita itu kemudian berkembang menjadi klaim tentang pesawat alien yang jatuh dan jasad makhluk luar angkasa yang ditemukan, meski pejabat kemudian menyatakan objek tersebut adalah balon cuaca dari proyek rahasia.
Roswell kini menjadi simbol dugaan penutupan informasi oleh pemerintah dan menarik ribuan orang ke festival tahunan.
Pada 1961, Betty dan Barney Hill mengaku diculik makhluk humanoid yang melakukan pemeriksaan medis di dalam UFO. Kisah mereka mempopulerkan narasi penculikan alien dan memengaruhi cara publik membayangkan pertemuan dengan makhluk luar angkasa.
Insiden Hutan Rendlesham di Inggris pada 1980 melibatkan personel Angkatan Udara AS yang melaporkan cahaya aneh dan objek logam di hutan. Saksi menyebut adanya radiasi dan jejak fisik, sementara pihak skeptis menunjuk mercusuar terdekat atau eksperimen energi sebagai penjelasan.
Fenomena Phoenix Lights pada 1997 membuat ribuan warga Arizona menyaksikan cahaya berbentuk huruf V melayang tanpa suara. Pejabat menyebutnya sebagai suar militer, namun banyak yang tetap meragukan penjelasan tersebut.
Kasus lain yang sering disebut antara lain penampakan di Sekolah Ariel, Zimbabwe (1994), ketika puluhan anak mengaku melihat UFO dan makhluk bermata besar, serta peristiwa Broad Haven di Wales (1977) yang melibatkan anak-anak sekolah dan pesawat berwarna perak.
Apa kata sains?
Ilmuwan memandang kemungkinan kehidupan luar angkasa dengan optimisme hati-hati, menekankan probabilitas alih-alih bukti.
Persamaan Drake (1961), yang dikembangkan astronom Frank Drake, mencoba memperkirakan jumlah “peradaban komunikatif” di Galaksi Bima Sakti dengan mempertimbangkan faktor seperti pembentukan bintang, planet layak huni, dan peluang munculnya kehidupan cerdas.
Namun, persamaan itu tidak menghasilkan jawaban pasti karena banyak variabel yang belum diketahui. Dengan kata lain, jumlah peradaban cerdas bisa saja nol atau mencapai ribuan.
Jika Persamaan Drake mencoba menghitung jumlahnya, Paradoks Fermi justru menanyakan hal sederhana: jika alam semesta begitu luas dan tua, mengapa Bumi belum pernah dikunjungi alien?
Penjelasannya beragam. Salah satunya adalah jarak antarbintang yang sangat jauh.
Atau mungkin pernah ada peradaban cerdas yang kemudian menghancurkan dirinya sendiri.
NASA telah mengonfirmasi lebih dari 5.000 eksoplanet sejak 1990-an, banyak di antaranya berada di zona layak huni tempat air cair dapat eksis.
Teleskop Luar Angkasa James Webb kini mencari biosignature seperti oksigen di atmosfer eksoplanet.
Misi astrobiologi juga menyelidiki Mars, Europa, dan Enceladus untuk mencari tanda-tanda kehidupan mikroba.
Meski kehidupan sederhana dianggap mungkin, keberadaan makhluk cerdas di luar Bumi masih bersifat spekulatif.
SETI, lembaga nirlaba di AS yang mencari kehidupan di luar Bumi, terus memindai sinyal radio dari luar angkasa. Namun sejauh ini belum ada bukti yang ditemukan.
Sebagian besar ilmuwan sepakat belum ada bukti konklusif tentang kehidupan alien, meski skala alam semesta membuat kemungkinan tersebut secara statistik tetap terbuka.
Lokasi yang disebut ‘pusat’ alien
Beberapa lokasi kerap menjadi magnet perhatian UFO karena sifatnya yang rahasia dan laporan penampakan.
Area 51, pangkalan militer rahasia di Nevada, adalah yang paling terkenal.
Secara resmi digunakan untuk pengujian pesawat canggih seperti U-2 dan F-117, lokasi ini lama dikaitkan dengan teori konspirasi alien, termasuk klaim rekayasa balik teknologi UFO dari Roswell. CIA baru mengakui keberadaan Area 51 pada 2013.
Aksi viral “penyerbuan” pada 2019 sempat menarik kerumunan, namun upaya memasuki Area 51 gagal.
Roswell sendiri merangkul reputasinya dengan museum dan festival, meski penjelasan resmi tetap menyebut balon mata-mata sebagai penyebab insiden 1947.
Hutan Rendlesham di Suffolk, Inggris, juga menawarkan “jalur UFO” bagi wisatawan yang ingin menelusuri lokasi insiden 1980.
Sementara Extraterrestrial Highway di Nevada, dekat Area 51, sering dikaitkan dengan laporan penampakan yang kemungkinan berhubungan dengan uji coba militer.
Sikap pemerintah
Pemerintah, khususnya AS, kini beralih dari sikap penyangkalan menjadi investigasi terstruktur terhadap UFO.
Project Blue Book (1947–1969) meninjau 12.000 laporan penampakan dan menyimpulkan sebagian besar dapat dijelaskan serta tidak menimbulkan ancaman alien.
Minat kembali meningkat pada 2017 setelah video Angkatan Laut AS yang bocor menunjukkan objek dengan karakteristik penerbangan tak biasa.
Laporan pemerintah AS tahun 2021 meninjau 144 insiden, sebagian besar belum terjelaskan, namun tidak dikategorikan sebagai makhluk luar angkasa.
Kantor All-domain Anomaly Resolution Office (AARO) Pentagon yang dibentuk pada 2022 kini melacak UAP demi alasan keamanan nasional.
Tinjauan historis 2024 menyatakan tidak ada bukti teknologi alien, dan sebagian besar kasus merupakan salah identifikasi, drone, atau program rahasia.
Studi independen NASA pada 2023 juga menyimpulkan tidak ada bukti keberadaan makhluk luar angkasa.
Alien dan UFO dalam budaya populer
Makhluk luar angkasa telah lama menginspirasi buku, film, dan serial televisi.
Representasi modern dimulai pada 1947 ketika pilot Kenneth Arnold melaporkan objek mirip cakram terbang di Washington, memunculkan istilah “flying saucer”.
Era 1950-an melahirkan film klasik seperti The Day the Earth Stood Still dan The Thing from Another World.
Serial dan film seperti Star Trek dan Star Wars sejak 1960-an menjaga minat global terhadap kisah alien.
Sutradara Steven Spielberg melalui Close Encounters of the Third Kind dan E.T. the Extra-Terrestrial menggambarkan alien sebagai makhluk yang ingin tahu dan bersahabat.
Serial The X-Files turut mempopulerkan teori konspirasi dan penculikan alien.
Film seperti Independence Day menampilkan invasi alien yang ingin menghancurkan Bumi, sementara waralaba Alien menggambarkan mereka sebagai makhluk mematikan.
Minat terhadap kehidupan luar angkasa juga melahirkan banyak karya fiksi ilmiah, mulai dari The War of the Worlds karya H.G. Wells hingga The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy karya Douglas Adams, yang semakin mengukuhkan istilah “little green men” dalam budaya populer.
















