Ankara akan menjadi tuan rumah bagi sejumlah tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel sebagai upaya untuk berkontribusi pada gencatan senjata di Gaza, menurut pernyataan dari kepresidenan Turkiye.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, disebutkan bahwa Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan telah menginstruksikan badan intelijen Turkiye (MIT) untuk memfasilitasi pemindahan 15 warga Palestina yang diasingkan ke Turkiye pada tahap pertama melalui Mesir.
Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan tahanan, Israel menetapkan syarat bahwa beberapa tahanan Palestina yang sebelumnya menjalani hukuman seumur hidup akan diasingkan dan tidak diizinkan kembali ke wilayah mereka.
Pihak berwenang Turkiye telah membuat pengaturan untuk menampung beberapa tahanan Palestina tersebut, menurut pernyataan resmi tersebut.
Israel dan Hamas telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada 19 Januari setelah beberapa upaya sebelumnya gagal. Pertukaran tahanan menjadi salah satu topik paling rumit dalam negosiasi tersebut.
Israel telah memenjarakan dan menahan ribuan warga Palestina yang ditangkap selama serangan militernya di Gaza yang terkepung dan Tepi Barat yang diduduki.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah membunuh sekitar 50.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 100.000 orang dalam perang genosida di Gaza setelah kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyerang Israel dan menahan ratusan tawanan.
Menurut kesepakatan tersebut, Hamas akan secara bertahap membebaskan tawanan, dan Israel, sebagai gantinya, akan membebaskan ribuan warga Palestina dari penjara-penjara yang terkenal buruk.
Beberapa negara lain juga akan menjadi tuan rumah bagi tahanan Palestina.
Turkiye telah menjadi salah satu fasilitator utama gencatan senjata di Gaza, bersama dengan Qatar dan Mesir.
SUMBER: TRT WORLD











