POLITIK
3 menit membaca
BJP Modi Memicu Ekstremisme Saat Ujaran Anti-Muslim Meningkat di India, Menurut Laporan
Laporan tersebut menyatakan bahwa insiden ujaran kebencian terhadap minoritas agama meningkat sebesar 74,4 persen dari 2023 ke 2024, didorong oleh ambisi ideologis dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa dan orang nasionalis Hindu.
BJP Modi Memicu Ekstremisme Saat Ujaran Anti-Muslim Meningkat di India, Menurut Laporan
Retorika nasionalis hinduvita BJP telah membuat populasi Muslim India yang berjumlah lebih dari 220 juta jiwa semakin cemas akan masa depan mereka. / Foto: Arsip AA / AA Archive

Ujaran kebencian di India yang menargetkan minoritas agama di negara tersebut mengalami lonjakan yang "sangat mengejutkan" pada tahun 2024, menurut sebuah lembaga pemikir yang berbasis di AS.

Peningkatan yang mengkhawatirkan ini "sangat terkait dengan ambisi ideologis Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa dan gerakan nasionalis Hindu yang meluas," kata India Hate Lab (IHL) dalam sebuah laporan pada hari Senin.

India Hate Lab merupakan bagian dari Center for the Study of Organized Hate (CSOH) yang berbasis di Washington, sebuah lembaga pemikir nirlaba.

Selama pemilihan umum yang ketat di India tahun lalu, para kritikus dan kelompok hak sipil menuduh Perdana Menteri Narendra Modi dan BJP yang berhaluan politik nasionalis Hindu meningkatkan retorika terhadap Muslim ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama kampanyenya untuk memobilisasi masyarakat mayoritas Hindu.

Dalam rapat umum, Modi menyebut Muslim sebagai "penyusup" dan mengklaim bahwa partai oposisi utama, Kongres, akan mendistribusikan kembali kekayaan negara kepada Muslim jika menang.

Modi memenangkan masa jabatan ketiga berturut-turut pada bulan Juni tetapi terpaksa membentuk pemerintahan koalisi setelah mengalami kemunduran suara mengejutkan dalam pemilu. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, BJP tidak memenangkan auara mayoritas mutlak.

‘Mengejutkan’

Retorika nasionalis Hindu BJP telah membuat populasi Muslim India yang berjumlah lebih dari 220 juta semakin cemas tentang masa depan mereka.

"Jumlah insiden ujaran kebencian yang menargetkan minoritas agama melonjak dari 668 pada tahun 2023 menjadi 1.165 pada tahun 2024, menandai peningkatan yang mengejutkan sebesar 74,4 persen," kata laporan IHL.

Laporan itu menambahkan bahwa "fakta bahwa tahun 2024 adalah tahun pemilu umum... memainkan peran penting dalam membentuk pola insiden pidato kebencian."

Menurut laporan tersebut, 98,5 persen pidato kebencian menargetkan Muslim, dengan lebih dari dua pertiga terjadi di negara bagian yang berada dibawah pimpinan BJP atau sekutunya.

Ancaman’

Lebih dari 450 ujaran kebencian disampaikan dalam pidato oleh para pemimpin BJP, dengan Modi sendiri yang bertanggung jawab atas 63 di antara ujaran tersebut, menurut laporan tersebut.

BJP tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar terhadap laporan tersebut sebelum publikasinya.

"Muslim, khususnya, digambarkan sebagai ancaman eksistensial bagi orang Hindu dan bangsa India," kata laporan itu.

"Kenaikan paling mengkhawatirkan terjadi pada pidato-pidato yang menyerukan penghancuran tempat ibadah," tambah laporan tersebut.

Kaum supremasi Hindu meningkatkan tuntutan agar situs-situs keagamaan diambil dari Muslim.

Hal itu meningkat setelah Modi meresmikan sebuah kuil besar untuk dewa Ram menjelang pemilu tahun lalu, yang dibangun di atas lahan masjid berusia berabad-abad yang dihancurkan oleh massa yang didukung BJP.

Facebook, YouTube, dan X menjadi platform utama untuk penyebaran, menurut analisis IHL.

IHL mengatakan 266 "pidato kebencian anti-minoritas yang disampaikan oleh pemimpin senior BJP" selama pemilu disiarkan secara bersamaan melalui YouTube, Facebook, dan X melalui akun resmi partai dan para tokoh petinggi lainnya.

SUMBER: TRT WORLD DAN AGENSI

Jelajahi
Dicopot dari kepala BGN, posisi Dadan Hindayana digantikan Nanik S Deyang
Lima kali Trump menegur Netanyahu — dan apa yang terjadi kemudian
Menlu Türkiye Hakan Fidan tiba di Indonesia untuk perkuat kerja sama perdagangan dan pertahanan
Mengapa kebijakan Jerman terhadap China memecah Eropa dan melemahkan ekonominya sendiri
Presiden Prabowo terima kunjungan Wakil Perdana Menteri Qatar, bahas penguatan kerja sama bilateral
Pengadilan Thailand bebaskan tokoh politik progresif dari tuduhan pencemaran nama baik kerajaan
Bagaimana visi Turkik milik Erdogan membentuk ulang kawasan Eurasia
Apa itu ‘anti-weaponisation fund’ Trump: penjelasan dana penyelesaian senilai US$1,8 miliar
Indonesia sebut belum ada komitmen soal akses udara militer AS
Mengapa ekspansi Israel di Siprus Yunani menimbulkan kekhawatiran atas keamanan regional
Xi peringatkan Trump tentang 'bentrokan dan konflik' jika isu Taiwan ditangani dengan buruk — media negara
Trump di Beijing: Dapatkah diplomasi China-AS menstabilkan guncangan energi dan keamanan Asia?
Ajudan BJP India tewas ditembak di Benggala Barat usai hasil pemilu
Grup parlemen Kanada-Indonesia aktif kembali, dorong kemitraan strategis
Pelajaran dari tatanan dunia baru: Keamanan tidak dapat dibeli, tetapi harus dibangun
Prabowo teken Perpres rencana aksi nasional pencegahan ekstremisme 2026–2029
“Jumlah anggota Kongres kulit hitam dan Latino bisa berkurang” — pakar soroti Voting Rights Act AS
Apakah perang AS-Iran membawa Moskow dan Teheran lebih dekat ke aliansi militer?
Powell mundur sebagai ketua The Fed namun tetap menjabat sebagai gubernur
Serangan asam terhadap aktivis picu sorotan atas demokrasi di Indonesia