Menanggapi pertanyaan tertulis Antara terkait dampak erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, bulan lalu, Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan koordinasi pengawasan dalam penanganan aktivitas wisata di kawasan gunung api.
"Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan koordinasi dengan BASARNAS dan tim SAR berjalan cepat," demikian keterangan tertulis Kementerian Pariwisata yang disampaikan di Jakarta, Jumat (5/6).
Kementerian Pariwisata juga akan berkoordinasi dengan pengelola objek wisata alam untuk memperketat pengawasan di pintu masuk jalur pendakian gunung berapi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada pendaki maupun wisatawan yang melakukan pendakian ketika status gunung berada pada level waspada atau siaga.
Selain itu, Kementerian Pariwisata akan melakukan audit terhadap para pemandu wisata guna memastikan mereka mematuhi ketentuan dan tidak mengakomodasi permintaan wisatawan maupun pendaki yang ingin mendekati zona berbahaya dengan alasan apa pun, termasuk untuk dokumentasi atau pembuatan konten.
Menurut kementerian, insiden yang menimpa para pendaki dan wisatawan di Gunung Dukono bulan lalu merupakan tragedi besar bagi sektor pariwisata.
"Ini adalah tragedi besar bagi dunia pariwisata kita. Kami sangat menyayangkan terjadinya pelanggaran zona bahaya," kata kementerian.
"Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran pahit yang terakhir bagi seluruh pelaku wisata."
Kementerian Pariwisata sependapat dengan Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) yang menilai bahwa upaya menerobos zona berbahaya di sekitar gunung api aktif merupakan tindakan nekat yang dapat berujung fatal.
Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa berdasarkan laporan terbaru, seluruh pendaki dan wisatawan yang terdampak erupsi Gunung Dukono telah ditemukan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa pada Jumat (8/5), sebanyak 17 pendaki Gunung Dukono berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara tiga orang lainnya ditemukan meninggal dunia.
Korban meninggal terdiri atas satu warga negara Indonesia dan dua warga negara Singapura.
Kementerian Pariwisata mengapresiasi kerja keras tim evakuasi dalam menyelamatkan para pendaki yang terdampak erupsi gunung api, serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
















