KTT NATO di Ankara pada 7–8 Juli akan menjadi "platform terkuat untuk berbagi pengalaman," kata Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan.
Berbicara pada jamuan makan siang untuk menghormati para pembicara parlemen NATO di Istanbul pada hari Senin, Erdogan mengatakan Ankara berbagi dengan sekutu baik "kemampuan luar biasa untuk mengelola krisis regional" maupun pengalaman luas dalam aliansi.
Türkiye meningkatkan pengeluaran pertahanannya dan menempati peringkat di antara lima kontributor teratas untuk misi dan operasi NATO, sejalan dengan komitmen yang dibuat pada KTT Den Haag 2025, tambahnya.
Erdogan mengatakan mempertahankan daya gentar NATO dan memperkuat solidaritas di antara sekutu menjadi semakin penting dalam lanskap saat ini.
Ia mendesak pembentukan jaringan keamanan dan pertahanan "tanpa syarat" di seluruh aliansi NATO, "membentang dari Texas hingga Ankara."
Mengenai perang Rusia-Ukraina, Erdogan mengatakan harus ada hasil yang dicapai dalam periode mendatang untuk menyelesaikan konflik yang berlangsung sejak 2022 melalui dialog.
Ia mencatat bahwa masalah Palestina berada di jantung ketegangan di Timur Tengah dan bahwa perdamaian yang langgeng tidak mungkin tercapai kecuali perebutan wilayah oleh Israel berakhir.


















