IKLIM
3 menit membaca
Kebakaran hutan terburuk dalam 11 tahun perparah krisis ISPA di Kalimantan
Kebakaran hutan parah akibat Super El Nino memicu kabut asap tebal di Kalimantan, membuat kasus ISPA melonjak dua kali lipat dan memperburuk kualitas udara hingga ke negara tetangga.
Kebakaran hutan terburuk dalam 11 tahun perparah krisis ISPA di Kalimantan
Foto udara ini memperlihatkan petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan kebakaran lahan gambut di Sintang, Kalimantan Barat, pada 5 September 2026. / AFP

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Kalimantan Barat kian mengkhawatirkan. Kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta memperburuk kualitas udara hingga ke tingkat berbahaya.

Kondisi karhutla tahun ini menjadi yang terparah dalam 11 tahun terakhir di Indonesia, dipicu oleh fenomena cuaca "Super El Nino" yang menyebabkan suhu melonjak drastis dan kekeringan panjang.

Mimi Marlina (45), seorang ibu rumah tangga di Pontianak, mengaku harus menerobos pekatnya kabut asap demi membeli bahan pokok dan obat-obatan untuk kedua anaknya yang kini terserang batuk, sakit tenggorokan, hingga demam.

"Kalau cuma obat biasa masih bisa kami tahan, tapi saya khawatir kalau kondisi ini berlanjut bisa memicu penyakit yang lebih parah," ujar Mimi, mengutip laporan Reuters, Rabu (16/9).

Data Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 12,5 juta jiwa terpapar kabut asap karhutla yang tersebar di tujuh provinsi di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Jumlah penderita gangguan pernapasan terkait karhutla di wilayah tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat, dari 50.891 jiwa pada 1 September menjadi 113.336 jiwa per 9 September.

Kualitas udara memburuk hingga Singapura dan Malaysia

Dampak kabut asap lintas batas (transboundary haze) akibat pembakaran lahan ini tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga menurunkan kualitas udara di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Kepala Puskesmas di Pontianak, Popong Solihat, mengonfirmasi bahwa pendaftaran pasien ISPA terus meningkat signifikan. Sepanjang 11 hari pertama September, fasilitas kesehatannya telah menangani 187 kasus sesak napas, jauh melonjak dibandingkan tren bulan sebelumnya.

"Kunjungan harian pasien saat ini bisa mencapai 80 hingga 120 orang," ungkap Popong.

TerkaitAsap karhutla Indonesia selimuti Singapura, kualitas udara capai level tidak sehat - TRT Indonesia - TRT Indonesia

Pembagian tabung oksigen dan upaya pemadaman

Di kawasan terdampak seperti Kabupaten Kubu Raya, warga yang mengalami sesak napas akut kini bergantung pada bantuan tabung oksigen gratis yang disalurkan dari rumah ke rumah oleh para relawan melalui gerakan "Rumah Oksigen".

Suriana (54), salah seorang warga penerima bantuan oksigen di Kubu Raya, mengaku kondisinya terus memburuk seiring menebalnya asap, terutama pada pagi dan malam hari.

Berdasarkan data Copernicus Climate Change Service milik Uni Eropa, emisi karbon Indonesia akibat karhutla menyumbang lebih dari sepertiga total emisi global pada pekan pertama September. Sementara itu, data pemerintah mencatat karhutla telah menghanguskan lebih dari 202.000 hektar lahan sepanjang Januari hingga Juli.

Guna menanggulangi bencana ini, pemerintah Indonesia telah mengoperasikan lebih dari 50 armada pesawat untuk pemadaman udara (water bombing) dan penyemaian awan. Bantuan internasional juga mulai tiba, termasuk dari Jepang yang menerjunkan tiga helikopter CH-47 Chinook beserta 180 personel untuk mendukung penanganan karhutla.

TerkaitKabut asap Kalbar memburuk, relawan keliling antar oksigen ke rumah warga - TRT Indonesia - TRT Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi