Presiden Prabowo Subianto menerima pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, hampir dua tahun sebelum masa jabatan keduanya berakhir pada 2028. Pemerintah menyatakan pengunduran diri tersebut dilakukan atas alasan pribadi, sementara Senior Deputi Gubernur BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai pelaksana tugas hingga gubernur definitif ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Perry menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia. Presiden kemudian menerima pengunduran diri tersebut dan menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry selama memimpin bank sentral sejak 2018.
"Pemerintah menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau dalam memimpin Bank Indonesia selama kurang lebih tujuh tahun," kata Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan Perry mengajukan pengunduran diri dengan alasan pribadi dan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keputusan tersebut. Ia juga mengatakan Perry tidak bertemu langsung dengan Presiden sebelum surat pengunduran dirinya disampaikan.
Transisi pimpinan BI
Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, Senior Deputi Gubernur Destry Damayanti secara otomatis menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas gubernur sampai proses penunjukan gubernur baru selesai. Presiden nantinya akan mengajukan nama calon kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum memperoleh persetujuan.
Destry menegaskan Bank Indonesia akan memastikan seluruh tugas dan kewenangannya tetap berjalan selama masa transisi.
"Bank Indonesia akan selalu memastikan keberlanjutan pelaksanaan tugas dan kewenangannya dalam menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem keuangan guna menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan," ujar Destry.
Pengunduran diri Perry terjadi ketika Indonesia menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya dampak konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian.
Tahun ini BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin menjadi 5,75 persen untuk menopang rupiah, sementara pada pekan lalu bank sentral mempertahankan suku bunga dan memperkenalkan insentif baru guna menarik arus modal asing.
Usai pengumuman tersebut, rupiah sempat melemah hingga sekitar 0,36 persen ke level Rp18.000 per dolar AS, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan bergerak fluktuatif. Pemerintah meminta pelaku pasar tetap tenang dan menegaskan proses penunjukan gubernur baru akan dilakukan secara transparan dan akuntabel agar stabilitas moneter maupun perekonomian nasional tetap terjaga.






















